Kejari Ciamis Ungkap 3 Kasus Korupsi, 2 Tersangkanya PNS

218
0
Loading...

CIAMIS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ciamis, tengah fokus tangani tiga kasus dugaan tidak pidana korupsi.

Yakni, kasus rertibusi Objek Situ Lengkong Kecamatan Panjalu, pengadaan mesin absensi sidik jari (finger print) dan Makan Minum (Mamin) dan Alat Tulis Kantor (ATK) KPUD Pangandaran.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas ( PLT) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ciamis, Andi Andika Wira SH MH, Senin (22/07) saat jumpa pers sekaligus momen peringatan Hari Bakti Adyaksa ke- 59 di Kejaksan Negri Kabipaten Ciamis.

Dari ketiga kasus tersebut, hanya satu yang telah ditetapkan tersangkanya. Yakni kasus dugaan korupsi Mamin dan ATK KPUD Pangandaran, inisial P warga Kabupaten Ciamis, jabatannya mantan Sekretaris KPUD Pangandaran.

Untuk kasus Objek Wisata Situ Lengkong, kata Andi, pihaknya belum menetapkan tersangkanya karena masih dalam tahap penyidikan sekaligus melengkapi bukti-bukti.

“Calon tersangka ini tidak meyetorkan retrebusi ke kas daerah Kabupaten Ciamis, dari tahun 2015 hingga 2018. Kerugianya kita masih minta petunjuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) karena harus dihitung,” tandasnya.

Tambah Andi, untuk kasus pengadaan mesin absensi sidik jari (finger print)
di tiga instansi yakni Dinas Pendidikan, UPTD Puskesmas dan Kantor Kecamatan-Kevamatan di Kabupaten Ciamis, hingga saat ini masih dalam proses penghitungan kerugian negara.

Loading...

“Memang ada calon tersangka yang diduga markup harga mesin absensi. Namun upaya sekarang masih memeriksa saksi-saksi, bahkan sudah memeriksa kurang lebih 50 orang dari pihak puskesmas, kecamatan dan Disdik Ciamis,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya sudah melayangkan surat ke Lembaha Kebijakan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah (LKPP) untuk ahli, karena untuk kerugian negara harus ada ahli.

“Kami sudah koordinasi dengan BPKP , karena kita menunggu kerugian negaranya,” tegas Andi.

Untuk kasus Mamin, tambah Andi, terhadap tersangkanya akan segera dilakukan penahanan. “In Syaa Allah dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan dan penahanan,” ujarnya.

Kerugian negara akibat perbuatan P dinilai sebesar Rp148 juta. “Tersangka P itu diduga memalsukan kwitansi dana Mamin dan ATK selama menjabat sekretaris KPUD,” jelasnya.

Dari ketiga kasus tersebut, tersangka dan calon tersangkanya adalah dua orang PNS dan seorang pihak ketiga.(isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.