Kejari Garut Bantu Pengobatan Warga Tak Mampu

65
0

TAROGONG KIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut membantu memfasilitasi Aan Supartini (45) untuk berobat ke rumah sakit.

Warga Kampung Pedes Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul itu merupakan keluarga tidak mampu yang menderita penyakit stroke lebih dari lima tahun.

Baca juga : Tentara Disiagakan di Tempat Wisata Garut

“Kami dapat informasi ada warga yang sakit dan tidak bisa berobat maksimal karena keterbatasan ekonomi. Jadi saya datang kesini untuk melihat dan membantunya,” ujar Kasi Pidum Kejari Garut Dapot Dariarma kepada wartawan Minggu (23/8).

Pihaknya datang ke lokasi untuk membawa ibu yang menderita stroke dan lumpuh ke RSUD dr Slamet Garut untuk dirawat dan dibobati. Dia berani membawa warga tidak mampu ke rumah sakit setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Dinas Kesehatan dr Leli Yuliani dan dokter di RSUD dr Slamet Garut dr Zaini Abdallah. Jadi kita bisa bawa sekarang,” ujarnya.

Loading...

Dapot menyampaikan seluruh pengobatannya akan gratis karena bantuan sejumlah pihak, termasuk Kejaksaan Negeri Garut.

“Ya intinya kita membantu, jangan sampai kemudian yang dibantu malah akan terbebani dengan persoalan lainnya kemudian. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD dr Slamet dan dipastikan kalau hal itu tidak akan terjadi,” jelasnya.

Dapot menambahkan setelah beres membawa Aan, ada satu lagi yang harus dipikirkan untuk dibantu, yakni anak Aan yang mengalami gangguan jiwa.

“Kita akan coba koordinasi lagi baiknya seperti bagaimana,” terangnya.

Sementara itu, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Jayawaras Anggit mengatakan Aan memang keluarga miskin yang sudah bertahun-tahun menderita penyakit stroke tanpa mendapatkan tindakan medis yang maksimal, karena keterbatasan ekonomi.

Dulunya, Aan adalah pengamen yang bisa berkeliling puluhan kilometer mengais rezeki di jalanan Garut. Suaminya, diketahui sudah menikah lagi.

Anggit menerangkan sebelum mengalami stroke, Aan sempat mengalami stress berat usai anak perempuannya mengalami gangguan jiwa usai pulang dari Jakarta.

“Jadi anaknya dulu memang ada yang mempekerjakan di Jakarta. Saat pulang tiba-tiba ada perubahan yang sangat drastis, bisa dikatakan gangguan jiwa,” ujarnya.

Baca juga : Santri Asal Ciamis yang Tenggelam di Pantai Pasanggrahan Cipatujah Tasik, Ditemukan di Garut

Meski mengalami gangguan jiwa, Aan sempat mengurus anak perempuannya itu. Rupanya kondisi itu membuat pikiran Aan pun terganggu sehingga stress berat, lalu kemudian menderita stroke sampai saat ini.

“Saya pribadi merasa bersyukur ada yang membantu mengobati ibu Aan ini,” terangnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.