Ketua Komisi III DPRD: Kami Hanya Bahas Program Saja

Kejari Garut : Masih Ada Saksi yang Akan Dipanggil

95
0
Dudeh Ruhiyat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Garut Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut masih mendalami kasus dugaan korupsi bantuan operasional (BOP) dan pokok pikiran (pokir) dewan di DPRD Kabupaten Garut. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Garut Dodi Witjaksono.

“Pemeriksaan masih terus dilakukan dan belum usai. Statusnya semuanya masih saksi,” ujar dia saat dihubungi Selasa (2/7).

Menurut dia, masih banyak saksi yang akan dipanggil dalam kasus tersebut. Pemanggilan saksi untuk mengumpulkan alat bukti sebelum kasusnya disidik. “Kami masih mendalami kasusnya dan pengumpulan alat bukti,” katanya.

Dia menegaskan kasusnya masih dalam penyelidikan, Belum masuk tahap penyidikan. “Pemeriksaan saksi ini hanya untuk menggali data. Nanti kami ekspose kalau sudah masuk ke tahap penyidikan,” paparnya.

Ketua Aliansi Masyarakat dan Pemuda Garut (AMPG) Ivan Rivanora menyoroti soal pokir dewan. Dia menduga anggota dewan memiliki jatah dalam menentukan anggaran pokir. Karena itu, Ivan meminta Kejari Garut segera memanggil Badan Anggaran (Banggar) DPRD Garut. “Banggar jadi bagian paling strategis dalam menentukan pokir,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Garut Dudeh Ruhiyat membantah ada pembagian jatah bagi setiap anggota dewan. Dalam setiap rapat, Dudeh menyebut tak pernah membahas masalah nominal dalam penentuan program. “Setahu saya, di komisi itu tidak pernah bahas angka. Kami hanya bahas program saja,” terangnya. Dudeh menyebut Ketua DPRD Garut H Ade Ginanjar juga sudah mempersilakan untuk memeriksa kasus tersebut. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.