Kejari Menunggu Pemeriksaan BPK Menyikapi Pemasangan Paving Block di Kawasan Taman Raflesia Ciamis

45

CIAMIS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis akan menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam menyikapi penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar untuk pemasangan paving block di kawasan Taman Raflesia Ciamis.

Sebagai bagian dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), kejari tidak menutup mata. Mereka tentu saja memantau pengerjaan proyek taman tahap satu itu.

Kasi Intelijen Kejari Ciamis Femi I Nasution SH MH juga mengapresiasi masyarakat yang turut serta mengawasi pembangunan tersebut.

“Mari kita sama-sama mengawal kegiatan ini sampai pada ending-nya seperti apa,” ucap Femi kepada wartawan di kantornya di Jalan Siliwangi, Selasa (19/2).

Menurut dia, revitalisasi taman itu masih dalam tahap pemeliharaan. Bila ada kekurangan-kekurangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Selain itu, hasil pemeriksaan BPK juga akan menjadi bahan evaluasi. “Saya mau cek dulu nanti seperti apa kontraknya dan perencanaannya seperti apa,” tuturnya.

Bila ada yang melaporkan kejanggalan-kejanggalan terkait proyek tersebut, kejari siap turun tangan. Laporan itu harus benar-benar punya dasar dan bukti yang kuat. Jangan hanya sebatas secarik kertas.

“Siapa pun yang melapor, kami sangat terbuka menerima laporan-laporan tersebut karena hal itu sebagai wujud peran serta masyarakat mengawal kegiatan-kegiatan di Ciamis,” kata dia.

TAMAN RAFLESIA. Kondisi Taman Raflesia Ciamis setelah selesai direvitalisasi tahap pertama dengan anggaran Rp 2,3 miliar, Selasa (19/2).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa dan masyarakat dari Forum Peduli Infrastruktur Ciamis (FPIC) berunjuk rasa di Tugu Raflesia Ciamis, Senin (18/2).

Mereka juga beraudiensi ke Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menuntut transparansi penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar untuk penataan taman tersebut.

Koordinator lapangan (korlap) aksi FPIC Andi Ali Fikri menyatakan pihaknya meminta transparansi penggunaan Rp 2,3 miliar untuk penataan Taman Raflesia Ciamis.

Keterbukaan tersebut sangat penting lantaran anggaran yang besar untuk proyek tersebut telah membuat kegaduhan di publik.

Menurut Andi, Rp 2,3 miliar pada pembangunan tahap satu itu baru terserap untuk paving block saja. Namun, hasil pantauan di lapangan masih banyak titik-titik yang belum dipasangi paving block.

Atas kondisi tersebut, pihaknya menduga ada kejanggalan dalam penggarapan proyek Taman Raflesia. FPIC juga tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat dugaannya.
“Setelah memang cukup bukti, kami akan melaporkan ke kejaksaan. Tentunya harus ada yang peduli melaporkan ini karena alun-alun itu jelas wajahnya Kota Ciamis,” kata dia. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.