Kejari Temukan Selisih Anggaran, Diduga Terjadi di 3 Wilayah

98
0

BANJAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar mengusut dugaan korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun 2016 di tiga lokasi berbeda. Di antaranya di Desa Batu Lawang, Kelurahan Sukamukti dan Kelurahan Pataruman.

“Kami saat ini sedang proses pemeriksaan atas dugaan penyalahgunaan anggaran program rutilahu di tiga wilayah yang berbeda. Ini kami tangani langsung dari mulai temuan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi melalui Kasi Intelejen Ratno Timur Kamis (11/7).

Dari tiga wilayah itu pihaknya menemukan kejanggalan atau selisih anggaran sekitar Rp 200 juta. Namun, selisih anggaran bisa saja bertambah setelah pemeriksaan selesai.

“Masih proses pemeriksaan. Dugaan awal kami hasil dari survei dan melakukan sampling ke lapangan kerugian negara sekitar Rp 200 jutaan lebih,” kata dia.

Dalam pengumpulan sampling, pihaknya menggandeng konsultan untuk menghitung anggaran yang sudah dibelanjakan untuk bangunan rumah.

“Kita hitung, kita cocokan harganya, apakah dengan bangunan yang sudah dibuat itu sesuai nggak anggarannya. Kalau ada selisih atau mark up, itu yang mendasari untuk melakukan proses hukum selanjutnya,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, pemeriksaan masih difokuskan ke pengusaha atau toko bangunan yang menyediakan bahan bangunan untuk program rutilahu. “Nanti masih ada lagi pemeriksaan, misal ke pendampingnya, tenaga teknis sampai ke dinas yang menbawahi program rutilahu,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Banjar juga sebelumnya juga menangani kasus dugaan korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar.

Kerugian negara akibat tindak pidana korupsi itu sebesar Rp 64 juta. Polisi bahkan sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.