Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Dinsos Kabupaten Tasik Bentuk Kecamatan & Desa Layak Anak

102
0
SOSIALISASI. Dinsos PMDP3A menggelar sosialisasi dalam membentuk kecamatan serta desa layak anak 2020, Jumat (27/11).
Loading...

SINGAPARNA – Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tasikmalaya terus mengalami peningkatan.

Termasuk, yang terbaru pencabulan dan persetubuhan gadis di bawah umur oleh enam orang pria dewasa yang sudah diungkap Polres Tasikmalaya.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMDP3A) menggelar sosialisasi untuk membentuk kecamatan dan desa layak anak, Jumat (27/11).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DPMDP3AKB Kabupaten Tasikmalaya Yayah mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk menyinergikan sumber daya pemerintah dan masyarakat untuk pemenuhan hak-hak anak agar dapat lebih dipastikan.

“Ini guna mewujudkan pemenuhan hak-hak anak tanpa ada diskriminasi dan kekerasan terhadap anak demi terwujudnya kabupaten layak anak,” ujarnya.

Loading...

Yayah mengatakan, anak-anak merupakan modal pembangunan dan awal kunci kemajuan bangsa di masa depan. Anak-anak terbukti mampu membuat perubahan dan menyelesaikan masalah kota secara lebih kreatif, sederhana dan ringkas.

“Sebagai wujud upaya pemenuhan hak anak, harus segera mewujudkan kabupaten layak anak,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, poin terpenting dari proses pengembangan desa layak anak yakni adanya komitmen dari kepala daerah untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak anak dengan di dukung oleh pemangku kebijakan yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan akan mempercepat terwujudnya kota layak anak tingkat kecamatan dan desa.

Lanjut dia, beberapa prinsip kebijakan untuk desa dan kecamatan layak anak yang perlu diperhatikan dalam pembentukannya yakni nondiskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup, kelangsungan hidup, perkembangan anak, penghargaan terhadap pandangan anak dan lainnya.

“Koordinasi pembentukan desa layak anak dan kecamatan layak anak merupakan awal dari inisiasi terhadap pelaksanaan komitmen pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan yang peduli terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak,” ucapnya.

Selain itu, kata Yayah, memastikan terpenuhinya hak kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, mengutamakan pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta memastikan pelayanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Dalam penyelenggaraan sendiri, lanjut Yayah, sejak tahap awal hingga akhir, pandangan, suara, pendapat dan aspirasi anak harus diperhatikan dan dipertimbangkan.

“Hal ini untuk memberikan masukan mengenai bagaimana tanggapan mereka atas jalannya pelaksanaan yang dilakukan para pemangku kepentingan, maupun anak terlibat dan dilibatkan langsung dalam pelaksanaan progam dan kegiatan,” ujarnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.