Kekuatan Polri Tak Sebanding dengan Jumlah TPS

22

KARANGPAWITAN – Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengakui jumlah personel yang disiapkannya untuk pengamanan Pemilu 2019 tidak sebanding dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Garut.

“Jumlah TPS totoalnya ada 8.056. Sementara personel yang ada hanya 1.200. Meski di-back up oleh TNI, itu tidak mencukupi,” ujarnya usai apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu Tahun 2019 di Mapolres Garut Senin (15/4).

Dengan kekurangan personel, pihaknya akan menerapkan sistem ploting dalam penjaga pelaksanaan pencoblosan pada 17 April nanti, disesuaikan dengan tingkat kerawanan masyarakat. Hal itu karena penjagaan tidak mungkin dilakukan per satu TPS oleh satu anggota. “Satu anggota bisa membawahi 5 TPS. Jika dipukul rata komposisinya 1:8 TPS tiap anggota,” paparnya.

Selain menugaskan anggota berkeliling TPS, pihaknya juga menugaskan 300 anggota dari Brimob dan Satuan Sabhara bersenjata untuk mengamankan jalannya Pemilu. “Yang dipersenjatai itu sistem pengamannya bergerombol dan mobile. Kita tempatkan di beberapa titik rawan, seperti di selatan yang jauh,” ujarnya.

Pihaknya juga sedikit terbantu dengan kehadiran sekitar 16 ribu anggota linmas yang tersebar di seluruh TPS di Kabupaten Garut. “Tentu kita pun selalu koordinasi dengan tokoh masyarakat, sama mereka dan semuanya,” ujarnya. Dengan bantuan itu dirinya optimis pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara Pemilu di Garut berlangsung lancar.

Budi pun mengimbau seluruh personelnya tetap menjaga koordinasi dengan seluruh penyelenggara Pemilu. Sehingga mengetahui terkait aturan khususnya batas waktu masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya. “Batas waktu daftar di bawah jam 13.00, jadi kalau sudah lewat itu harus ditutup,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.