Kelamin Menantu Terlalu Besar, Mertua Lapor Polisi

736
0
Loading...

PROBOLINGGO – Gara-gara curiga ukuran alat kelamin menantu terlalu besar, mertua melapor ke polisi. Kasus yang terbilang unik itu ditangani Polsek Maron, Probolinggo, Jawa Tengah.

Sito (55) melaporkan menantunya sendiri, Basar ke polisi. Sito curiga kelamin Basar terlalu besari hingga menyebabkan anaknya yang juga istri Basar, Jumatri (23) meninggal dunia.

Sito melaporkan Basar dengan tuduhan melakukan pembunuhan. Sebab, kematian Jumatri dianggap tidak wajar. Sito menduga anaknya itu meninggal akibat alat kelamin Basar terlalu besar.

Kanit Reskrim Polsek Maron Aipda Dadang mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan Sito beberapa waktu lalu.

“Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehingga kemudian mengakibatkan korban meninggal,” ucap Dadang sebagaimana dilansir Radar Bromo (Grup Jawa Pos/Pojoksatu.id), Kamis 28 Maret 2019.

Loading...

Kepada polisi, Sito mengatakan anaknya Jumatri meninggal lantaran Basar memiliki alat kelamin yang besar. Kabar itu dia dapatkan dari seseorang yang enggan disebutkan namanya oleh Sito. Alhasil, Sito lalu melaporkan ke polisi.

“Jadi, tidak tahu sendiri. Tetapi dapat (laporan) dari orang luar,” katanya.

Mendapat laporan seperti itu, Polsek Maron tentu saja harus melayani. Termasuk melakukan penyelidikan.

Polsek Maron kemudian sejumlah pihak agar kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berkepanjangan.

Pelapor dan terlapor dipertemukan di rumah pelapor. Pertemuan itu dihadiri kepala desa Maron Kidul.

“Tujuannya untuk mengklarifikasi kebenaran bahwa alat kelamin menantunya besar,” ungkap Dadang.

Setelah semuanya berkumpul, Basar kemudian menunjukan alat kelaminnya ke mertuanya dan kakak iparnya, Nedi.

Saat melihat kelamin menantunya, Sito akhirnya sadar dan memastikan bahwa kabar yang beredar di masyarakat ternyata tidak benar.

Karena itu, Sito mencabut laporannya. Pencabutan laporan itu juga diperkuat dengan pembuatan surat pernyataan. Ini agar tidak ada tuntutan lagi di kemudian hari.

Atas hal itu pula, Polsek Maron juga memberikan pemahaman kepada pihak yang terlibat. Salah satunya agar tak langsung mempercayai adanya kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

“Masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran. Sehingga tidak ada saling curiga,” ungkapnya.

Sito yang telanjur melaporkan menantunya itu, akhirnya memohon maaf. Ia mengaku bersalah dan termakan isu kelamin menantunya, yang disebut-sebut memiliki ukuran tak wajar sehingga menyebabkan anaknya meninggal.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Beribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman,” katanya.

Permintaan maafnya itu sempat direkam dalam video. Dalam video itu, ia menyesali perbuatannya itu.

“Banyak orang bilang kelamin menantu saya besar. Ternyata saya lihat sendiri kecil. Jadi saya cabut perkara itu. Saya tak akan percaya omongan orang yang semestinya tidak langsung saya telan,” tandas Sito.

(sid/fun/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.