Kelelahan, Guru Meninggal saat Isi e-Rapor

697
0

PANGATIKAN – Yusuf (58), seorang guru yang juga menjabat Wakil Kepala SMPN 2 Pangatikan meninggal dunia saat melakukan pengisian e-Raport di sekolahnya Senin (16/12). Sebelum meninggal, korban sempat mengeluh pusing.

“Meninggalnya jam sembilan pagi tadi (kemarin, Red) sebelumnya membuka kegiatan pengisian e-Rapor, karena selain wakasek akademik (almarhum) operator juga di sekolah,” jelas Kepala Sekolah SMPN 2 Pangatikan Juhanda saat dihubungi lewat sambungan telepon tadi malam.

Juhanda menuturkan kejadiannya begitu cepat setelah mengeluh pusing. Almarhum masih sempat dibawa ke ruang kepala sekolah. Setelah di ruang kepala sekolah, almarhum pingsan.

Namun, setelah diperiksa diduga meninggal. Untuk memastikan kondisi almarhum, pihak sekolah pun memanggil petugas kesehatan dari Puskesmas. “Begitu diperiksa mantri dari Puskesmas Pembantu, ternyata sudah meninggal,” kata dia.

Dia menuturkan almarhum adalah seorang pendidik yang merintis pendirian SMPN 2 Pangatikan. Almarhum sudah berstatus PNS yang menyisakan masa kerja dua tahun lagi. “Hanya almarhum dan saya yang statusnya sudah PNS di sekolah,” katanya.

Menurut dia, selama ini almarhum sudah sering sakit-sakitan. Almarhum pun sebenarnya datang ke sekolah sudah dalam kondisi sakit. Bahkan pada Minggu (15/12) malam, almarhum sempat menghubunginya meminta maaf belum sempat menjenguk istrinya yang dirawat di rumah sakit karena telah tiga hari dirinya juga terbaring sakit. “Tadi juga saya terlambat ke sekolah karena harus ke rumah sakit, istri saya dirawat setelah itu ke BRI mengurus KIP siswa. Datang ke sekolah, almarhum sedang diperiksa mantri,” kata dia.

Pengisian e-Rapor, kata dia, memang baru tahun ini dilakukan di sekolahnya. Almarhum sebagai operator sudah mendapat bantuan dalam pengisian e-Rapor oleh operator SMPN 1 Pangatikan. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.