Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Bagussantri

Kelola 40 Persen Sampah di Kota Banjar, Hasilkan Kompos

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Sebelum sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), sebagian sampah dari Kota Banjar dikelola di tempat pembuangan sementara (TPS) Bagussantri di Desa Rejasari Kecamatan Langensari.

Cecep Herdi, Langensari

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Eri K Wardana mengungkapkan pengelolaan sampah TPS Bagussantri di Desa Rejasari Kecamatan Langensari Kota Banjar sekitar 40 persen jumlah sampah di Kota Banjar. Sisanya dikelola di oleh TPA.

“Pengelolaan sampah di TPS Bagussantri bisa mengurangi sampah hampir 40 % dan sisanya dikelola di TPA,” ungkap Eri K Wardana Minggu (9/9).

Sampah-sampah yang masuk ke TPS Bagussantri dipilah. Di sana, ada delapan pemilah sampah. Hasilnya, bisa mengurangi sampah hingga 40 persen yang akan dibuang ke TPA.

Efek konsistensi mengelola sampah, TPS Bagussantri mewakili Kota Banjar untuk dikunjungi Kementerian PUPR dalam rangkaian program sanitasi untuk negeri.

“TPS ini terus konsisten sejak awal dibangun. Kinerja pemilahnya juga baik dan optimal sehingga menjadi lokasi kunjungan dari Kementerian PUPR beberapa hari lalu,” kata dia.

Ia berharap peran masyarakat juga penting untuk membuang sampah pada tempatnya. Perilaku buang sampah sembarangan oleh masyarakat tidak akan teratasi dengan adanya petugas kebersihan, dan pengelolaan di TPS.

“Yang paling penting adalah perilaku masyarakatnya terhadap sampah, karena sebagus apapun pengelolaan sampah tidak akan berjalan lancar jika masyarakatnya tidak sadar akan lingkungan contohnya dengan membuang sampah sembarangan,” katanya.

Demi mewujudkan Kota Banjar yang sehat dan bebas dari sampah, pihaknya mengajak untuk terus menjaga lingkungan yang bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Masyarakat kalau membuang sampah, simpan dalam sebuah wadah, lalu simpan di depan rumah, biar lebih mudah proses pengangkutannya, syukur-syukur sampah sudah dipisah antara organik dan non organik,” katanya.

Ketua KSM TPS Bagussantri Abdul Kholik mengatakan hasil pemilahan sendiri KSM Bagussantri bisa memproduksi pupuk kompos dari pengolahan sampah organik yang bisa digunakan untuk bercocok tanam.

“Dari sampah organik yang dipilah, kami bisa memproduksi kompos yang bisa digunakan untuk bercocok tanam dan sudah kami kenalkan ke masyarakat sekitar TPS,” katanya. (*)

loading...