Kelompok Tani di Cikedung Mugarsari Kota Tasik Berdayakan Warga saat Pandemi

63
0
ISTIMEWA. PANEN SAYURAN. Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Tani Cahaya Mandiri Piserindo Kampung Cikedung Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya saat panen sayuran beberapa waktu lalu.
ISTIMEWA. PANEN SAYURAN. Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Tani Cahaya Mandiri Piserindo Kampung Cikedung Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya saat panen sayuran beberapa waktu lalu.

TASIK – Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Tani Cahaya Mandiri Piserindo Kampung Cikedung Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya memberdayakan masyarakat untuk bertani. Langkah tersebut untuk mengatasi inflasi di masa pandemi Covid-19 ini.

Inisiator Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Cahaya Mandiri, Muhammad Faisal mengatakan, kelompok tani tersebut dibentuk pada 9 September 2020. Awal pembentukannya, karena banyaknya keluhan masyarakat yang putus pekerjaan akibat terdampak Covid-19.

“Warga di sini (Kampung Cikedung Kelurahan Mugarasri, Red) mayoritas bekerja konveksi sehingga banyak yang terdampak dengan adanya Covid-19 ini,” ujarnya kepada Radar, di lokasi perkebunan Selasa (20/10/2020). ”Sehingga banyak yang mengeluh.”

Masyarakat kemudian bermusya­warah. Mereka berinisiatif membentuk kelompok tani untuk bisa meng­hasilkan pendapatan, meski pekerjaan kon­veksi terhenti, karena dampak Covid-19.

“Yang artinya harus memiliki solusi untuk tetap memiliki pekerjaan, yakni dengan membuka lahan pertanian untuk ketahanan pangan,” ungkap dia.

Masyarakat Kampung Cikedung, menanam sayuran untuk kebutuhan pokok sehari-hari. “Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada tanaman seperti kangkung, cabai rawit, kacang panjang, buncis. Bahkan sudah beberapa kali panen,” jelas dia.

Rencana, mereka akan menanam bawang merah dan bawang putih. Bahkan, penanaman bawang merah dan bawang putih itu sudah dikonsultasikan dengan pakar pertanian. Hasilnya, lahan di Kampung Cikedung sangat cocok bila ditanami bawang merah dan bawang putih.

“Bahkan untuk bawang ini bisa ditanam di Tasikmalaya. Tidak hanya di Jawa Tengah saja” tutur dia.

Sementara itu hasil tanaman dari lahan pertanian yang digarap Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Cahaya Mandiri Piserindo Kampung Cikedung sudah bisa dijual, meski baru di lingkungan Kelurahan Mugarasri. Terkadang ada pesanan dari luar daerah, seperti dari Ciawi Kabupaten Tasikmalaya.

“Sampai saat ini masih banyak permintaan di daerah sini,” ungkap dia.

Tidak menutup kemungkinan, bila ada permintaan dari luar Kelurahan Mugarsari, seperti pasar akan pihaknya suplai.

“Bahkan sampai saat ini sudah ada yang minta, termasuk perorangan, saat ini kami masih fokus untuk memenuhi permintaan daerah kami,” kata Faisal.

Faisal menargetkan pasar hasil pertanian yang lebih luas, karena sampai saat ini permintaan terus meningkat. Uang kas kelompok tani hasil penjualan sayuran sudah Rp 500.000.

“Nantinya uang kas tersebut akan terus diberdayakan agar lahan penanaman lebih luas lagi,” ujarnya.

“Nantinya tidak hanya memanfaatkan lahan perumahan saja, karena sudah banyak masyarakat yang meminta lahannya digarap dan dimanfaatkan,” kata dia.

Faisal bersyukur masyarakat Kampung Cikedung terhadap kelompok tani positif. Karena menjadi solusi ketahanan pangan di masa pandemi. Pihak Kelurahan Mugarsari pun mendukung sepenuhnya terhadap kelompok tani tersebut.

“Apalagi rencananya akan diikutsertakan dalam lomba masyarakat sadar inflasi tingkat kecamatan,” kata dia.

Dia juga mengajak generasi muda untuk tidak berpikir instan. Namun harus mau bekerja keras. Apalagi di masa pandemi.

“Sukses juga bisa dimulai dengan pemanfaatan lahan yang tidak produktif menjadi produktif dan juga bisa menghasilkan uang,” kata dia.

Sekretaris Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dan Kelompok Tani Cahaya Mandiri Piserindo Kampung Cikedung juga akademisi, K Adi Saputra MPd menambahkan, Kelompok Tani Tunas Raja Farmindo dibentuk untuk menghadapi tantangan di masa pandemi dan peduli terhadap inflasi, terutama di kawasan Perum Quanta 4, Nangela, Cikedung Kelurahan Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.

“Ini sebagai bentuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19,” kata dia.

Ke depannya, kelompok tani tersebut juga akan bekerja sama dengan Universitas Siliwangi, sehingga masyarakat terus mendapatkan dukungan. “Nantinya bisa berbagai pengetahuan dalam bidang pertanian ini,” kata dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.