Kelompok Tani Magot Kingdom Leuwisari Tasik Olah Limbah Jadi Pakan Ikan

81
0
ISTIMEWA. BUDIDAYA. Kelompok Tani Magot Kingdom memanfaatkan limbah organik bagi pertanian dan pakan ikan.
ISTIMEWA. BUDIDAYA. Kelompok Tani Magot Kingdom memanfaatkan limbah organik bagi pertanian dan pakan ikan.

LEUWISARI – Kelompok Tani Magot Kingdom di Kampung Empang Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari fokus membudidayakan maggot untuk mengatasi solusi sampah atau limbah organik dan alternatif pakan ikan.

Ketua Ormas Brigez DPW Kabupaten Tasikmalaya Dadan Jaenudin yang juga penggas Kelompok Tani Kingdom Magot mengatakan, kelompok dalam pengelolaan limbah sampah organik ini sudah berjalan di hampir setiap kecamatan. “Magot sebagai pengganti pelet sekaligus solusi sampah,” ujarnya kepada Radar, Selasa (28/7).

Kata dia, pihaknya terus mendorong petani untuk membudidayakan maggot, karena cukup banyak manfaat jika membudidayakan magot. Salah satunya, magot bisa dijadikan alternatif pakan pengganti pelet.

Baca juga : SMC Tasikmalaya Masih Rawan 6 Pasien Corona

Selain dimanfaatkan untuk pakan, sesungguhnya magot juga menjadi salah satu solusi untuk mengatasi sampah. Budidaya magot tidak hanya menjadi alternatif pakan ikan saja, melainkan juga bisa digunakan untuk mengatasi sampah, khususnya organik.

“Sampah organik menjadi pakan magot. Oleh karena itu, dibutuhkan kelompok. Karena tidak mungkin sampah hanya berasal dari satu pembudidaya saja,” katanya.

Dadan berharap dari Magot Kingdom kepada pemerintahan memberikan bantuan fasilitas untuk pengolahan limbah di tiap kecamatan seperti kendaraan pengangkut sampah, mesin pencacah sampah serta alat lainnya untuk memudahkan pengolahan limbah agar kapasitas pengolahan lebih mudah untuk dijadikan pakan budidaya magot.

Oleh sebab itu, dia selaku penggagas telah menginstruksikan tiap DPC Ormas Brigez bagian lingkungan yang sudah berjalan dalam pengelolaan limbah berharap ada bantuan dari pemerintah yang khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup untuk bantuan fasilitas, agar lebih banyak sampah limbah organik yang bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk warga sekitar budidaya magot.

“Untuk salah satu contoh limbah organik yang sudah dijadikan pupuk, tanaman cabai yang sekarang sudah diaplikasikan dan menjadi penghasilan untuk warga Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya,” kata Dadan menambahkan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.