Keluarga Diminta Bawa Data Medis Korban Lion Air

14

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Polri memastikan ada tiga anggotanya yang menjadi korban dari 188 penumpang pesawat Lion Air JT 610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, ketiga anggota tersebut tercatat sebagai personil Polda Kepulauan Bangka Belitung atas nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sekar Maulan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mito dan Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Adi Prana.

‘’Kita turut berbelasungkawa atas semua korban pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang. Termasuk tiga anggota Polri. Sejauh ini korban belum ditemukan,’’ kata Dedy kepada FIN, Senin (29/10).

Menurut Dedi, saat ini Polri sudah mempersiapkan dua heli Korpolairud dan beberapa kapal menuju lokasi untuk membantu Basarnas.

“Tim DVI dari Pusdokkes Mabes juga sudah siap dimobilisasi. Kita ingin proaktif mendapatkan antemortem dari keluarga penumpang pesawat yang jatuh tersebut. Nanti apabila kita mendapati korban, semoga bisa kita lihat secara visual tapi kalau tidak pakai data antemortem,’’ imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menambahkan, pihaknya akan membantu proses autopsi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Untuk diambil data antemortemnya,” kata Argo di Polda Metro Jaya.

Argo berpesan agar keluarga para korban diminta membawa data medis, properti, ijazah yang ada sidik jari, serta foto diri terakhir maupun ciri khas tubuh jenazah. Argo menuturkan, pihaknya pun turut diturunkan mencari korban di perairan Karawang, Jawa Barat.

Pihaknya juga akan mengawal jasad korban yang dibawa ke RS Polri. Karena rencananya jasad akan dibawa ke crisis center di JICT 2.

“Di pelabuhan, kami sudah siapkan ambulance untuk membawa jenazah. Kami juga menyiapkan patwal untuk mengawal ambulance,” paparnya.

Sedangkan Kabag Humas Basarnas Suhri N Sinaga menyampaikan, sampai dengan sore hari proses evakuasi masih tetap dilaksanakan oleh tim sar di lapangan. Pihaknya juga belum memastikan berapa jumlah korban.

“Berapa banyak kami belum bisa identifikasi, karna itu merupakan potongan tubuh,’’ jelasnya.

Sejauh ini kata Suhri, belum ada korban yang ditemukan secara utuh. “Sampai saat ini korban belum ada yang utuh, masih potongan- potongan tubuh,’’ tambahnya.

Dari pantauan FIN di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, tiga mobil ambulance membawa 7 kantong jenazah sampai sekitar pukul 15.45 WIB.

Tampak dalam dua mobil membawa masing-masing dua kantong jenazah dan satu mobil membawa tiga kantong jenazah.

Beberapa rekan korban tampak di rumah sakit, salah satunya adalah Titot Hendrito. Titot mengaku sebagai salah satu karyawan Nindya Karya, yang juga teman dari korban Diah Damayanti.

“Saya teman kantor Diah (Damayanti). Saya kemari ingin mengecek. Karena saya dapat kabar dari grup WA kantor, kalau korban menjadi salah satu penumpang pesawat yang jatuh di perairan Karawang,’’ katanya di RS Polri.

Lebih lanjut Titot mengatakan, jika Diah menumpangi pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, untuk keperluan kerja.

“Dia (Diah Damayanti) ingin melakukan penagihan proyek ke sana (Pangkal Pinang),’’ tuturnya. Sejauh ini Diah dikenal sebagai sosok yang baik oleh teman-temannya. “Dia sudah bekerja selama dua tahun. Sangat baik sama temen-temen,’’ pungkasnya.

(AF/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.