Keluarga Korban Lion Air Diminta Waspada Penipuan Catut Nama DVI Polri

10

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Polri mengimbau agar para keluarga korban tragedi Lion Air JT610 untuk mewaspadai aksi penipuan mengatasnamakan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Para pelaku penipuan akan meminta biaya proses identifikasi. Padahal semua biaya ditanggung Polri.

Kepala RS Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Musyafak mengimbau agar keluarga korban untuk berhati-hati adanya penipuan yang mengatasnamakan DVI.

‘’Kami sampaikan jika tidak melalui nomor yang sudah kami sampaikan sebelumnya, maka hanya oknum tidak bertanggungjawab. Proses identifikasi tidak ada biaya, semua ditanggung oleh Polri,’’ katanya di RS Polri Kramat Jati, Kamis (8/11).

Sudah ada beberapa keluarga korban Lion Air yang dihubungi pelaku yang mengatasnamakan DVI Polri. Mereka meminta biaya identifikasi pada para keluarga korban.

‘’Ini memang ada informasi dari keluarga yang ditelepon-telepon untuk dimintai duit. Maka dari itu kami sampaikan nomor (call center) tadi, kalau bukan dari situ (call Center) berarti bukan dari kami. Untuk biaya semua dari Polri. Kami tidak sampai investigasi, tapi intinya kami sampaikan call center tadi,’’ katanya .

Selain itu, Musyafak juga menjelaskan hingga Kamis (8/11) sudah 186 kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sedangkan untuk yang teridentifikasi sampai saat ini mencapai 71 korban.

‘’Sampai kemarin sudah ada 51 yang teridentifikasi. Untuk hari ini ada 20 lagi yang teridentifikasi. Jadi totalnya sudah ada 71 korban teridentifikasi,’’ katanya.

Dari ke 20 korban yang teridentifikasi hari ini Musyafak mengatakan, bahwa korban laki-laki berjumlah 52 orang dan korban perempuan sebanyak 19 orang.

“Dari 20 korban yang teridentifikasi hari ini adalah pertama atas nama Deni Maulana (laki-laki) 30 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Kedua Sintya Welina (perempuan) 25 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Ketiga Yunita (perempuan) 32 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Keempat Daryanto (laki-laki) 43 tahun, teridentifikasi melalui DNA dan kelima Junior Priyagi (laki-laki) 32 tahun, teridentifikasi melalui DNA,’’ ujarnya.

Lalu yang yang keenam kata Musyafak, dengan korban atas nama Hesti Nuraini (perempuan) 45 tahun, teridentifikasi melalui DNA.

Ketujuh atas nama Inayah Fatwa Kurnia Dewi (perempuan) 38 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Kedelapan Mary Yulianda (perempuan) 23 tahun, teridentifikasi melalui DNA dan medis.

Kesembilan Trihaska Hafidzki (laki-laki) 31 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Kesepuluh atas nama Linda (perempuan) 49 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Dan yang kesebelas adalah Filjaladi (laki-laki) 30 tahun, teridentifikasi melalui DNA,’’ tambahnya.

Lebih lanjut Musyafak menuturkan, untuk korban keduabelas adalah atas nama Ari Widiastuti (perempuan) 48 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Ketigabelas atas nama Resnawati (perempuan) 57 tahun, teridentifikasi melalui DNA.

Keempatbelas atas nama Wendi (laki-laki) 29 tahun, teridentifikasi melalui DNA. Kelimabelas atas nama Indra Bayu Aji (laki-laki) 39 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari.

“Untuk yang selanjutnya keenambelas atas nama Dola (laki-laki) 37 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari. Ketujuhbelas Atul Effendi (laki-laki) 50 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari. Kedelapanbelas Antoni (laki-laki) 60 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari. Kesembilanbelas atas nama Hedi (laki-laki) 36 tahun, teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti. Dan yang keduapuluhn adalah atas nama Arif Yustian (laki-laki) 20 tahun, teridentifikasi melalui DNA,’’ paparnya.

Sementara itu Kepala Bagian Yan Infodok Divisi Humas Polri Kombes Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, jenazah korban pesawat jatuh Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Bangka Belitung, atas nama AKBP Sekar Maulana, telah dimakamkan dengan upacara dinas.

“Untuk AKBP Sekar Maulana tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB dilakukan upacara dinas di sini (depan kamar mayat RS Polri), dipimpin Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra,” ujar Sulistyo dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

Setelah melakukan upacara pelepasan jenazah di depan kamar mayat RS Polri, keluarga kemudian membawa jenazah ke TPU Tanah Abang untuk dimakamkan.

Dalam upacara pemakaman tersebut, dipimpin juga oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. “Almarhum dimakamkan di TPU Tanah Abang dengan dipimpin Kombes Indra Jafar,” jelas Sulistyo lagi.

AKBP Sekar Maulana sendiri mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1995, yang juga merupakan sahabat baik dari Kapolres Kota Tangerang Kombes Harry Kurniawan. AKBP Sekar Maulana sedang ditugaskan di Polda Bangka Belitung.

Selain AKBP Sekar Maulana, dua anggota kepolisian lainnya yang bertugas di Polda Bangka Belitung dan ikut menjadi korban, adalah AKBP Mito serta Bripka Rangga Adi Prana.

(AF/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.