Keluarga PDP Corona Meninggal di Karangnunggal Tasik Merasa Diasingkan

2300
0
radartasikmalaya.com

PEMERINTAH Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal mengaku resah atas belum keluarnya hasil pemeriksaan uji swab tenggorokan warganya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal di RSUD SMC beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal Jajang Syihabudin mengatakan, belum keluarnya hasil swab menjadi keresahan bagi warga, apakah yang bersangkutan meninggal karena positif corona atau tidak.

Baca juga : Up Date Kota Tasik; 6 Postif, 2 Tewas, 295 ODP, PDP 5

“Keresahan juga terjadi pada 11 orang keluarga warga PDP yang meninggal tersebut dan statusnya dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP) menjadi beban mental baik keluarga maupun masyarakat Desa Cibatuireng yang khawatir wabah Covid-19 menyebar,” ujarnya kepada Radar, Senin (30/3).

“Akhirnya pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas keluar rumah dan keluarga satu warga PDP merasa dikucilkan oleh masyarakat lainnya,” katanya, menambahkan.

Kata dia, dengan belum adanya kepastian membuat Desa Cibatuireng dicap menjadi zona merah corona oleh masyarakat, karena sudah ada korban yang meninggal. Hal tersebut jelas menjadi keresahan bagi masyarakat dan membuat tidak nyaman.

“Pemerintah Desa Cibatuireng berharap kepada pemerintah daerah segera publikasikan hasil uji swab tenggorokan atau positif negatifnya warga kami yang masuk PDP dan meninggal, agar masyarakat bisa tenang dan tidak gaduh,” harapnya.

“Jika hasilnya negatif, otomatis ke 11 orang terdekat dengan warga PDP yang meninggal kami lepas dari status ODP, sehingga masyarakat lainnya tidak mengucilkan atau menjauhinya,” katanya, menambahkan.

Baca juga : Honda Jazz Seruduk Pagar di Jalan Pemuda Kota Tasik

Lanjut dia, berdasarkan informasi keluarga, bahwa warga yang PDP meninggal ini sebelumnya mempunyai riwayat gejala tipus dan mempunyai penyakit jantung. “Penyakitnya tersebut kemungkinan tidak terdeteksi oleh medis.Pada akhirnya karena warga kami tersebut pulang dari Jakarta yang masuk zona merah penyebaran Covid-19, maka disangkut pautkan meninggal akibat virus corona,” katanya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes mengatakan, sampai saat ini belum bisa memberikan penjelasan atas hasil uji swab tenggorokan di Laboratorium Bandung terhadap satu warga PDP asal Karangnunggal tersebut. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.