Keluarga Penerobos Pintu Mapolres Kota Tasik Minta Maaf, Begini Katanya..

2055
0
radartasikmalaya.com
Tampak Mobil APV yang dikendarai pelaku sesaat sebelum melabrak gerbang pintu masuk Markas Polresta Tasik, Senin (21/09) dini hari. screenshot radartasikmalaya.com.

KOTA TASIK – Masih ingat dengan kasus penabrakan dan penerobos paksa ke Markas Komando (Mako) Polresta Tasikmalaya pada Senin (22/09) lalu? Kini kasusnya masih ditangani pihak Satreksrim Polresta Tasik.

Pelakunya, HS (42) seorang wirausaha warga Kecamatan Cihideung, yang mengendarai mobil Suzuki APV nopol D 1783 X menerobos paksa Mako Polresta langsung diciduk saat kejadian.

Rinto Silaban, adik kandung HS didampingi kuasa hukumnya, Jono Sujono SH, meminta maaf atas kejadian tersebut.

Kata dia, kakaknya itu melakukan tindakan nekad karena sedang mengalami sakit kejiwaan.

“Kakak saya mengalami sakit kejiwaan. Kejadian itu sebenarnya bukan watak aslinya. Saya pribadi atasnama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (18/10) siang.

Terang dia, kakaknya itu sempat mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Jawa Barat sekitar tahun 1999. Lalu, sempat berobat alternatif ke beberapa lokasi.

“Intinya kami hormati proses hukum yang berlaku. Namun mohon kiranya jadi pertimbangan bahwa yang bersangkutan sedang sakit (kejiwaan, Red),” tutur pengacara tersangka HS, Jono Sujono SH.

“Jadi begini, kita akan melakukan upaya pembelaan hukum dengan apa yang sudah dilakukan klien kami. Dalam hal ini, klien kami masih dalam proses penyelidikan di kepolisian,” sambungnya.

Artinya, terang dia, karena masih proses penyelidikan dan pelaku punya riwayat penyakit kejiwaan, maka pihaknya memohon juga agar disertakan psikolog.

“Keluarga klien kami memohon maaf kepada institusi kepolisian. Karena dalam hal ini klien kami juga menurut keterangan keluarganya sebelumnya mempunyai histori sakit kejiwaan,” bebernya.

Apalagi, tambah dia, kliennya pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Jabar tahun 1999.

Maka pihaknya memohon kepada pihak kepolisian agar dalam proses penyelidikan tidak hanya dimintai keterangan, tapi diikutsertakan juga ahli kejiwaan.

“Pihak keluarga juga sudah mendatangi pihak penyidik kasus tersebut dan memohon agar penangguhan penahanan, dan pemulihan kesehatannya,” tambahnya.

Namun, jelas dia, pihak kepolisian belum memberikan respon terhadap pengajuan pihak keluarga kliennya.

“Kami akan mencoba memberikan hasil keterangan medis dari RSHS yang pernah merawat klien kami,” jelasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhimat mengakui hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihaknya.

Soal permintaan keluarga korban melalui kuasa hukumnya agar didampingi ahli kejiwaan saat pemeriksaan rencana dia hal itu akan dilakukan.

“Iya akan kita lengkapi,” katanya yang dihubungi melalui pesan whatsapp.

Ketika disinggung apakah pihak kuasa hukum sudah mengajukan pendampingi ahli kejiwaan atau psikolog, jelas dia, hingga kini belum dilakukan. “Belum ada pengajuan psikolog,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, entah dipicu masalah apa, seorang pria tak dikenal dengan mengendarai kendaraan roda empat, menabrak pintu gerbang dan menerobos paksa masuk ke Markas Komando Polresta Tasikmalaya, Senin (22/09) dini hari.

Mobil si pria itu Suzuki APV nopol D 1783 X, merangsek gerbang masuk markas Kepolisian yang berada di Jalan Letnan Harun Kota Tasik, sekitar pukul 01.20 WIB.

Saat tiba di halaman parkir Polresta tepatnya di dekat ruangan Pokja, pria yang belakangan diketahui berinisial HS, langsung turun dari mobilnya sambil berteriak memanggil nama seseorang lalu berkata “Besok Kiamat,”.

Aksi nekad pria itu sontak saja membuat kaget para petugas Kepolisian yang sedang piket. Aparat pun langsung mengamankan orang tak dikenal itu.

Akhirnya saat diamankan itu diketahui identitas pria tak dikenal tersebut berinisial HS (42) seorang wirausaha warga Kecamatan Cihideung.

Sementara itu informasi yang beredar di lapangan, mobil tersebut datang dari arah Pemkot Tasik seberang Mapolresta Tasikmalaya dengan membunyikan klakson.

Ketika di depan Mako, mobil itu membelokan arahnya dengan menabrak pembatas jalan terlebih dahulu, lalu menabrak pintu masuk gerbang Mako sebelah kiri dan berhenti di depan ruangan pokja.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ardi Ardimulan Chaniago membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kata dia, hingga malam ini terduga pelaku masih ditahan di Mapolresta Tasik untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tersangka sudah ditahan di Polres. Ya memang benar ada kejadian Senin dini hari, orang tak dikenal menerobos penjagaan Makopolresta Tasik,” ujarnya yang dihubungi wartawan melalui ponselnya, Senin malam saat itu.

Terang dia, pelaku mengendarai mobil tersebut sempat menabrak water barier di depan Mako kemudian masuk ke lokasi Mapolresta.

“Saat di dalam, dihentikan oleh penjaga yang piket malam. Lalu orang tersebut turun dari mobilnya dan berteriak besok kiamat-besok kiamat,” terangnya.

Beber dia, ketika berteriak orang tak dikenal tersebut sempat berusaha merebut senjata petugas.

Akhirnya diamankan oleh anggota yang sedang melakukan penjagaan. Kini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan.

(rezza rizaldi)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.