Keluarga Telantarkan Ortu Meningkat

33

PANGANDARAN – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran masih menemukan orang tua yang ditelantarkan oleh keluarganya.

“Yang dimaksud orang tua di sini, yakni mereka tidak memiliki anak dan diacuhkan oleh sanak keluarganya sendiri, dengan alasan tak mampu,” tutur Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani kepada Radar, Jumat (15/3).

Ia menyebut tahun 2018, pihaknya menemukan sekitar lima kasus penelantaran orang tua di Kabupaten Pangandaran. ”Sementara tahun ini, sampai hingga Maret 2019, ada tiga kasus orang tua telantar,” jelasnya.

Dalam menangani kasus tersebut, kata Dani, pihaknya sering mendatangi langsung keluarga untuk membujuk agar mengurusi orang tua terlantar tersebut.

”Kalau sudah assessment, tapi keluarganya tetap tidak mau mengurus, kami terpaksa menitipkan ke yayasan atau panti jompo,” katanya.

Namun, tambah Dani, proses penitipan tidak mudah, mereka harus mengantre begitu lama karena kondisi panti jompo yang overload. ”Semuanya penuh, termasuk yayasan yang menampung orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),” jelasnya.

Dia berharap keluarga harus bertanggungjawab kepada orang tuanya. Supaya tidak sampai terbengkalai atau telantar di jalan.

”Seperti kasus yang di Cikembulan, akhirnya mereka mau mengurus orang tuanya setelah didatangi dinas,” terangnya.

Dani mengatakan idealnya di Pangandaran memiliki selter penampungan jompo atau ODGJ. ”Minimal ada tempat yang besarlah untuk penampungan, agar mereka telantar,” ujarnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.