Ada 1 Keluarga Tinggal di Bekas Kandang Sapi, Bukti Lemahnya Sistem di Pemkot

55
0
Loading...

BANJAR – Koordinator Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki mendorong pemerintah kota memasukan keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi masuk basis data terpadu (BDT).

Imbas karena tak terdaftar di BDT, selama satu tahun terakhir keluarga Yeni tak mendapat bantuan dari pemerintah.

“Mereka (keluarga Yeni) kan sudah jelas masuk warga miskin, aset pun tidak punya. Tinggalnya di bekas kandang sapi,” kata Awwal Minggu (7/7).

Menurut dia, tidak masuknya keluarga Yeni ke BDT menjadi bukti lemah dan lalainya koordinasi dari bawah hingga atas.

“Selain keluarga Yeni yang tak terdata, saya menduga masih banyak warga miskin lainnya juga yang belum terdata dengan baik, sehingga nasibnya sama dengan keluarga Yeni. Tak mendapat bantuan,” kata Awwal.

Pihaknya juga mendorong pemerintah kota melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja dalam pendataan.

“Ini menjadi peringatan dan pelajaran penting bagi pemerintah di tingkat bawah hingga ke atas, jangan sampai terulang lagi. Warga miskin yang luput dari pendataan dan bantuan bukti tidak maksimal dan profesionalnya pembaruan data di lapangan,” kata dia.

Loading...

Tidak masuknya keluarga Yeni dalam BDT diakui Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Drs Asep Tatang Iskandar. Kata dia, tidak masuknya keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi itu karena Yeni baru menjadi warga Kota Banjar pada Januari 2019. “Kan jadi warga Langensari-nya juga baru awal tahun ini,” kata dia.

Ia mengakui dampak tidak masuknya dalam BDT, keluarga Yeni tidak mendapat bantuan secara sah dari pemerintah.

“Tapi saya mendapat laporan katanya sudah mendapatkan beras rastra selama dua bulan terakhir, itu pun kebijakan dari kepala dusunnya. Namun memang dalam BDT belum masuk data yang bersangkutan,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.