Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Kemarau Mulai Ancam Sebagian Wilayah Kabupaten Tasik

74
0
MULAI MENGERING. Lahan persawahan warga di Desa Sukasukur Kecamatan Mangunreja sudah mulai mengering jelang musim kemarau, Rabu (26/8). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Musim kemarau mulai mengancam ketersediaan air bersih dan sumber untuk lahan pertanian. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mulai menyiapkan beberapa konsep untuk menanggulangi kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin menjelaskan, pemerintah daerah sudah menyiapkan beberapa opsi dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Pemetaan dalam penanggulangan dampak kekeringan untuk tahun ini akan berbeda dengan musim kemarau sebelumnya.

Baca juga : Kampus UBSI Tasikmalaya Hadirkan Program Diploma Plus Sarjana

“Kita akan mencoba pengiriman air bersih langsung kepada warga yang terdampak kemarau. Kita sudah menyiapkan armada termasuk memodifikasi mobil serba guna (SG) agar bisa melakukan pengiriman air bersih ke rumah warga,” terang Nuraedidin kepada Radar, Rabu (26/8).

BPBD pun, terang dia, sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura sebagai penyedia air, termasuk dengan dinas atau instansi lainnya yang mempunyai kendaraan pengangkut air. “Seperti Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (DPU-TRPP) dan dinas sosial. Agar saat banyak permintaan air bersih, armada kita banyak dan akan cepat melakukan pelayanan,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa baru ada dua kecamatan yang sudah melaporkan mengalami kekurangan air bersih yakni Kecamatan Sukaraja dan Mangunreja. Namun, dua pekan lalu, wilayah terdampak kekeringan sudah berangsur dipasok air bersih.

“Baru Sukaraja sama Mangunreja yang sudah melaporkan. Kita juga sudah kirim air bersih ke sana untuk membantu warga. Melalui permintaan masyarakat atau pemerintah desa setempat,” tambah dia.

Salah satu warga di Desa/Kecamatan Mangunreja Abdul Rojak (56) menuturkan, bahwa lahan persawahan di sekitar perkampungan sudah mulai mengering. “Sudah mulai kering dan retak-retak tanahnya. Mungkin hujannya sudah lama tidak turun,” tutur dia.

Baca juga : Tiba di Kota Tasik, Habib Luthi Minta Warga tak Lupa Sejarah Bangsa

Masyarakat pun, ungkap dia, sudah mulai kekurangan air bersih. Sumur warga sudah mulai sedikit keluar airnya. “Mudah-mudahan pemerintah bisa segera membantu, ketika nanti musim kemarau panjang,” kata dia.

Salah satu petani di Desa Sukasukur Kecamatan Mangunreja Hadi (50) mengatakan, lahan persawahan miliknya sudah mulai mengering. “Kebetulan belum ditanami lagi tanaman padi, nanti menunggu hujan besar, karena di lokasi tanah tadah hujan,” ujar dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.