Kemarin, Enam Orang Diperiksa Kejari Garut soal Dugaan Korupsi

108
0
ilustrasi

GARUT KOTA – Garut Governance Watch (GGW) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut serius dan tegas menyelidiki dugaan korupsi biaya operasional (BOP) dan pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Garut.

“Intinya dalam penanganan kasus dugaan korupsi itu tinggal menunggu keberanian penyidik,” ujar Ketua GGW Agus Gandi kepada wartawan Senin (1/7). Dia meminta dalam penanganan kasus dugaan korupsi itu jangan sampai ada yang dikorbankan. Artinya, aktor utama tak tersentuh.

“Jangan ada lobi-lobi untuk menyelesaikan kasus. Misal dengan mengorbankan bawahan agar aktor intelektualnya bisa lepas,” ujarnya. Agus percaya penegak hukum di Garut bisa bekerja profesional.

Sementara itu, dari hasil kajiannya, Agus menemukan indikasi adanya dugaan korupsi dalam pokir. Dia menduga adanya timbal balik antara pengusaha dengan oknum anggota dewan. “Jual beli proyek itu ada,” katanya.

Agus pun menduga sejumlah proyek mangkrak memiliki keterkaitan. Untuk itu, Agus meminta Kejari Garut mengusut tuntas dugaan kasus korupsi tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Garut Dudeh Ruhiyat menyebut tak ada yang namanya pokir dalam dewan. DPRD hanya mengenal istilah pokok pikiran. Mekanismenya berasal dari hasil reses. “Setelah itu diparipurnakan dan hasilnya diberikan ke bupati. Baru sama bupati ada mekanisme ke setiap SKPD,” ucapnya.

Terkait tudingan jual beli pokir, Dudeh membantahnya. Kata dia, dewan hanya mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Setahu saya di komisi itu tidak pernah bahas angka (jual beli pokir). Kami hanya bahas program saja,” ujarnya.

Dudeh pun mempersilakan Kejari Garut mengusut jika ada indikasi korupsi. Pihaknya tak akan mengintervensi semua kasus yang ditangani Kejari. “Yang jelas tidak ada yang namanya pokir. Yang ada hanya pokok pikiran,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejari Garut Dodi Wicaksono SH, MH masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para pegawai dan pejabat di Sekretariat DPRD Garut. “Hari ini (kemarin, Red) juga ada pemeriksaan enam orang. Kita terus mendalami kasus ini,” terangnya.

Meski sudah memeriksa beberapa orang, tetapi pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail terkait masalah dugaan korupsi itu. “Kita masih dalam proses penyelidikan. Masih tertutup, kita belum bisa memberikan keterangan secara detail,” ujarnya.

Menurut dia, proses penyelidikan terus akan dilakukan untuk melengkapi data-data serta mengumpulkan alat bukti. “Saya tegaskan penyelidikan masih tertutup ya. Nanti kita informasikan kalau ada perkembangan baru pada rekan-rekan wartawan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.