Kematian Pasien Covid-19 di Garut Terus Bertambah

31
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kasus kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, angka kematian pasien positif Covid-19 sampai Rabu (27/1) mencapai 189 kasus.

“Setiap minggunya ada penambahan kasus kematian pasien Covid-19. Terakhir itu Selasa (25/1), ada dua orang pasien yang meninggal,” ujar Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, rata-rata pasien yang meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid). Paling banyak pasien positif Covid-19 yang meninggal pasien lanjut usia.

Baca juga : Garut Terima 12.200 Vaksin Covid-19

Sementara pasien positif, kata dia, saat ini jumlahnya mencapai 5.906 kasus. Dari jumlah itu, 937 kasus isolasi mandiri, 526 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 4.254 kasus sembuh dan 189 kasus meninggal dunia.

loading...

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawa mengatakan untuk menekan angka kematian pasien Covid-19, pihaknya sudah menambahkan alat-alat canggih di RSUD dr Slamet untuk penangan pasien positif Covid-19 yang bergejala berat. “Ini sebagai upaya kami dalam menekan angka kematian di Garut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Angka kematian yang meningkat, jadi salah satu alasan kami memperpanjang PPKM,” katanya.

Selain itu, keterisian tempat ruang ICU untuk pasien Covid-19 di rumah sakit yang sudah mencapai lebih dari 90 persen. Hal itu juga menjadi salah satu perhatian dilakukannya perpanjangan PPKM di Kabupaten Garut. “Tren keterisian tempat tidur ICU di rumah sakit hingga 24 Januari 2021 mencapai di atas 90 persen,” terangnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.