portugal vs italia

Kembalikan Kepercayaan Gli Azzurri

3
Soccer Football - UEFA Nations League - League A - Group 3 - Italy v Poland - Stadio Renato Dall'Ara, Bologna, Italy - September 7, 2018 Italy coach Roberto Mancini REUTERS/Stefano Rellandini

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

LISBON – Roberto Mancini ingin meraih kemenangan di Stadio Da Luz saat Italia menantang Portugal, dini hari nanti. Misinya adalah mengembalikan kepercayaan diri Gli Azzurri.

Saat menantang juara Eropa, Portugal di laga kedua Liga A Grup 3 UEFA Nations League (UNL), allenatore Italia, Mancini memang belum bisa meyakinkan fans-nya pasca gagal ke Piala Dunia 2018. Menghadapi Polandia di laga awal UNL di kandang, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.

Italia bahkan membutuhkan gol penalti dari gelandang Chelsea, Jorginho di babak kedua untuk menyelamatkan diri dari kekalahan setelah gawang mereka dijebol Piotr Zielinski pada paruh pertama. Hasil seri di kandang itu jelas di bawah ekspektasi suporter Italia.

Makanya, Mancini berjanji kali ini akan membawa pulang kemenangan dari Lisbon, Portugal. Dan untuk itu, ia menuntut para pemainnya menunjukkan kinerja bagus seperti yang ditampilkan di paruh kedua di Bologna, pekan lalu.

“Kami harus menemukan kembali kinerja yang baik di Bologna dan mendapatkan hasil yang lebih baik di Portugal. Kami harus memenangkan pertandingan untuk mengembalikan moral dalam tim dan di antara penggemar,” kata Mancini di situs resmi UEFA.
Pelatih berjuluk Manchio itu menegaskan, menghadapi Portugal, ia akan melakukan sejumlah perubahan. Satu nama yang kemungkinan akan diparkir adalah bomber bengal, Mario Balotelli. Pada laga kontra Polandia, Super Mario mengalami sedikit masalah dengan pahanya.

Untuk posisi di lini depan, Mancini diprediksi akan memainkan Federico Chiesa sejak awal. Pemain yang menjadi pemicu penalti untuk Italia itu akan dimainkan bersama Lorenzo Insigne dan Andrea Belotti yang menggantikan Balotelli di laga sebelumnya.
“Saya akan mengganti beberapa pemain dibandingkan dengan pertandingan melawan Polandia dan kita juga bisa mengubah sistem permainan. Di babak pertama (melawan Polandia) kami melewatkan terlalu banyak umpan yang mudah; di babak kedua kami jauh lebih baik,” jelasnya.

Gelandang Italia, Giacomo Bonaventura menambahkan, mereka harus memperbaiki konsentrasi saat menghadapi Portugal. Ia juga mengatakan antusiasme dan kualitas pemain muda harus mereka tunjukkan di Lisbon sebab laga ini bakal lebih sulit dari pertandingan mereka sebelumnya.

“Setiap pertandingan selalu sulit. Portugal memiliki beberapa pemain yang kuat dan langganan di Liga Champions. Kami harus bermain dengan tingkat konsentrasi yang tepat agak kesalahan bisa sesedikit mungkin,” tegasnya di Rai Sport.

“Kami butuh antusiasme, kualitas pemain muda, dan juga pengalaman mereka yang telah berada di level ini untuk sementara waktu, karena kami menghadapi lawan yang sangat kuat. Saya pikir kami akan mencoba menemukan campuran yang tepat dari elemen-elemen itu,” sambungnya.

Akan bermain di depan pendukung sendiri, Pelatih Portugal, Fernando Santos menegaskan, mereka akan menghabisi Italia. “Kami melihat UEFA Nations League dengan komitmen total. Ini adalah kompetisi baru dan kami benar-benar tertarik untuk memainkannya dan memenangkannya,” tegasnya.

“Kami tak akan melihat ini sebagai kompetisi kecil. Tetapi, juga awal dari siklus baru. Siklus yang berakhir di Piala Eropa 2020. Di mana kami akan mempertahankan gelar Eropa sehingga harus siap untuk itu. Kami percaya ini adalah grup pemain yang harus dimiliki bersama,” ujarnya.

Selain Cristiano Ronaldo, Portugal yang menelan 19 kekalahan dari 27 pertemuan kontra Italia juga kehilangan bek kanan andalannya, Raphael Guerreiro yang cedera. Tetapi, nama-nama seperti Rui Patricio, Pepe, William, Bernardo Silva, Bruma, Ruben Neves dan Joao Cancelo semua siap bermain. (amr/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.