Kembalinya Rasa Percaya Diri Partenopei

182
0
Lorenzo Insigne

NAPLES – Pekan ini menjadi titik balik Napoli. Yang pertama adalah kembali merebut capolista Serie A setelah sempat dua pekan tergusur Inter Milan. Kedua, mereka lolos ke perempat final Coppa Italia via kemenangan 1-0 kontra Udinese.

Gol semata wayang Partenopei dicetak Lorenzo Insigne pada menit ke-71. Mereka sudah ditunggu Atalanta atau Sassuolo (laga selesai jam 23.00) di perempat final yang akan dihelat 3 Januari 2018.

Kemenangan tersebut adalah yang kedua beruntun setelah menang 3-1 atas Torino (16/12). Itu sekaligus menjadi jawaban kritik yang mengarah ke Marek Hamsik dkk pasca gagal menang dalam laga beruntun di Serie A melawan Juventus (1/12) dan Fiorentina (10/12) yang membuat singgasana mereka di Serie dikudeta Inter.

’’Sebelum pertandingan, kami sadar bahwa ini (melawan Udinese, Red) akan merepotkan. Namun, pelatih mampu memberikan respon yang baik bahwa skuad ini bisa bersaing dengan siapa pun dan itu yang membuat konfidensi seluruh pemain terjaga,’’ ucap Insigne kepada Rai Sport.

Pernyataan winger timnas Italia itu memang ada benarnya. Udinese baru saja mengejutkan Italia dengan menang 3-1 atas Inter akhir di giornata 17 (16/12) di Giuseppe Meazza. Itu adalah kekalahan pertama Nerazzurri musim ini.
Lebih jauh, skuad Napoli pada laga melawan Bianconeri kemarin mayoritas menggunakan pemain pelapis sebagai starter. Tercatat hanya Kalidou Koulibaly, Elseid Hysaj, Jorginho dan Jose Callejon yang selama ini akrab dengan starting line up Napoli.

Bahkan, allenatore Maurizio Sarri menempatkan Callejon yang biasanya beroperasi sebagai winger kanan berubah jadi striker. Itu dilakukan untuk merotasi Dries Mertens yang memang hampir tidak memiliki waktu istirahat lantaran striker lainnya, Arkadiusz Milik, masih cedera lutut.

‘’Saya marah kepada gol mereka (Napoli). Sebab, tim bekerja sangat keras, disiplin, dan sangat sedikit kesalahan. Kami seharusnya tidak kehilangan bola dengan sangat mudah,” kata pelatih Udinese Massimo Oddo. ‘’Sebenarnya, saat melawan Napoli, bermain bertahan bukanlah pilihan tepat. Hanya saja, mereka selalu berhasil membuat tim lawan melakukan itu,’’ sambung pelatih 41 tahun itu.

Hanya saja, taktik rotasi yang dilakukan Sarri pada laga yang dihelat di Stadion San Paolo itu tidak langsung membuahkan hasil. Permainan juga makin hidup saat Insigne dan Mertens masuk di babak kedua.

Dia mengatakan bahwa hal tersebut lantaran minimnya skuad pelapis mendapat kesempatan main. Pelatih 58 tahun itu juga menyadari bahwa keputusannya itu membuat pemainnya lambat panas.

“Ini murni salah saya jika Emanuele Giaccherini dan Adam Ounas tidak tajam. Sebab, Giaccherini adalah pemain dengan kemampuan seperti pelari maraton yang perlu bermain secara reguler, sementara Ounas bisa memberikan yang terbaik dalam 15 menit terakhir,’’ ujar Sarri. “Selama ini, saya membuat pilihan untuk memenangkan pertandingan dan saya pikir ini memberi kita kesempatan menang lebih besar,’’ katanya. (io/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.