Kembangkan Industri Kreatif, Disperindag Undang Ahli dari Jerman

83
0

BUNGURSARI – Pengembangan Industri Kreatif Kota Tasikmalaya akan segera digelar tahun ini.

Kepala Seksi Industri Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dadang Ginanjar mengatakan, program pengembangan industri kreatif terbagi menjadi tiga komoditi. “Komoditi payung geulis, batik dan bordir,” Katanya.

Kata ia, komoditas payung geulis bertujuan untuk mengarahkan dan mencetak pengrajin payung geulis.

“Saat ini, pengrajin payung geulis sudah berkurang dan hanya beberapa orang saja, seperti Bapak Didi dari Tamansari. Ini tak sebanding dengan permintaan orderan yang banyak. Jadi kita ingin mengembangkan atau menciptakan orang-orang seperti Bapak Didi, agar permasalahan rangka payung geulis bisa teratasi,” ujarnya.

Dinas Industri dan Perdagangan, kata Dadang, berharap para pengrajin batik yang ada di Tasikmalaya menggunakan teknologi sederhana.

“Permasalahan di batik salah satunya adalah dari cap. Kalau batik cap yang paling murah di Pekalongan, kita ingin membina pengrajin yang bahannya bukan dari besi tetapi ada teknologi sederhana yaitu dari kertas. Kami sudah mengundang ahli dari Pekalongan dan beliau mau untuk mengajarkan warga Kota Tasik,” ujarnya.

Selain payung geulis dan batik, untuk komoditi bordir akan mendatangkan ahli bordir dari Jerman.

“Pihak Jerman dengan pemerintah Kota Tasikmalaya sudah ada kerjasama. Bulan November 2018, Jerman pernah datang ke Tasikmalaya mengajarkan manajemen kualitas. Jika dibandingkan dengan negara Jerman kita masih jauh ketinggalan,” ucapnya. (anshari)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.