180 Mahasiswa Farmasi Ikuti KKN Tematik

Kembangkan Potensi Desa, 180 Mahasiswa Stikes BTH Laksanakan KKN

23
SERAHKAN SK. Kepala Prodi S1 Farmasi Stikes BTH Tasikmalaya Nur Rahayuningsih MSi Apt (kanan) menyerahkan surat keputusan (SK) pelaksanaan kuliah kerja nyata kepada perwakilan mahasiswa Kamis (11/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada (Stikes BTH) Tasikmalaya menggelar pembukaan dan pembekalan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Farmasi di Aula Stikes BTH Tasikmalaya Kamis (11/7).

Kepala Prodi S1 Farmasi Stikes BTH Tasikmalaya Nur Rahayuningsih MSi Apt mengatakan kegiatan KKN ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

KKN 2019 ini diikuti 180 mahasiswa S1 Farmasi yang disebar di 10 desa Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran mulai 11 Juli hingga 23 Agustus 2019. “Tujuan KKN kali ini sesuai dengan temanya yakni meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Ia mengatakan, program KKN ini penting diikuti mahasiswa sebagai pengalaman belajar dan pendewasaan. Di tempat KKN, mahasiswa farmasi dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu yang didapatkan selama di bangku kuliah untuk diterapkan di masyarakat. “Di sana, mahasiswa harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dunia farmasi. Sehingga masyarakat desa bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi obat sesuai aturan,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya KKN ini mahasiswa bisa terjun langsung untuk mengembangkan potensi alam yang ada di desa tersebut. “Menciptakan peluang usaha yang dapat menyejahterakan masyarakat,” kata dia.

Selama KKN, sambungnya, mahasiswa melakukan inovasi dan mengeksplorasi sumber daya yang ada di desa tersebut. Contoh komoditas yang bisa dikembangkan di Kecamatan Parigi yakni pohon onje dan air kelapa. “Mahasiswa bisa memberikan demo pembuatan olahan bahan makanan dari dua komoditas tersebut yang sesuai dengan standar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM),” katanya. Mahasiswa bisa membuat produk nata de coco dan sabun dari buah kelapa serta tepung dari buah labu kuning.

Selain itu, pada KKN ini mahasiswa juga akan memberikan penyuluhan tentang pedoman kefarmasian yang diterapkan di rumah. “Ada juga penyuluhan bahaya rokok dan Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif, Red) serta sosialisasi penggunaan obat,” terangnya.

Setelah menjalani KKN, sambungnya, ia mengharapkan mahasiswa bisa lebih dewasa, mandiri dan siap terjun ke masyarakat dengan menjadi apoteker.

Peserta KKN Hilmy Muhammad Nur menjelaskan program KKN ini menjadi momentum untuk mengamalkan ilmu dan belajar lebih dalam mengenai dunia farmasi. “Harapannya bisa mencerdaskan masyarakat mengenai penggunaan obat-obatan yang baik dan benar,” ujarnya. (mg1)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.