Kembangkan Usaha Kerajinan Lewat BUMDes

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

RAJAPOLAH – Kerajinan tangan dengan bahan baku mendong merupakan andalan bagi masyarakat Kecamatan Rajapolah. Melihat peluang tersebut, Pemerintah Desa Sukanagalih mengembangkan potensi tersebut melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berdikari.

Direktur BUMDes Berdikari Ade Abubakar mengatakan ada beberapa jenis kerajinan yang menjadi primadona dan andalan masyarakat seperti topi, tas dan pernak-pernik lainnya yang terbuat dari mendong. “Di BUMDes ini kita kembangkan kerajinan masyarakat dari bahan mendong. Sehingga bisa dipasarkan ke daerah-daerah di luar Tasikmalaya untuk pemasaran lebih merata,” ujarnya kepada Radar, Kamis (13/9).

Kata Ade, saat ini pengrajin didominasi sudah berusia 40 tahun ke atas. Ke depan, peran BUMDes akan melakukan regenerasi pengrajin anyaman. Supaya ini bisa menjadi budaya dan semakin berkembang dengan inovasi yang muncul. “Kita akan berusaha bagaimana caranya ada generasi muda yang menggeluti bidang kerajinan anyaman ini.

Karena ini merupakan produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya yang harus dilestarikan,” paparnya.

Selain kerajinan, BUMDes juga membangun warung kuliner sebagai usaha tambahan. Warung ini memiliki kelebihan dengan harga yang ditawarkan cukup murah. Sehingga bisa terjangkau oleh semua kalangan, baik aparat desa, masyarakat yang melaksanakan olahraga di gedung serba guna belakang BUMDes dan lainnya. “Dengan adanya warung kuliner ini bisa menambah pendapatan asli desa,” katanya.

Tempat yang sama, Kepala Desa Sukanagalih Kecamatan Rajapolah Saepudin menambahkan BUMDes Berdikari sudah dibangun sejak tahun lalu. Sedangkan dana desa (DD) tahun ini digunakan untuk permodalannya. “Saya memberikan keleluasaan kepada para pengurus BUMDes asalkan kondusif dan bisa memajukan desa,” harapnya.

Tambah dia, ke depan BUMDes bisa menyediakan permodalan bagi masyarakat yang mempunyai keinginan dalam menjalankan usaha. Sehingga masyarakat tidak menjadi malas dan beralasan tidak memiliki modal untuk berusaha.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan membuat mini market desa. Dengan demikian bisa memberdayakan muda mudi yang belum memiliki pekerjaan. Termasuk bisa menampung produk olahan makanan untuk dipasarkan di mini market. (obi)

loading...