Kemenag Bantu Jamaah Kabupaten Tasik Permudah Bikin Paspor

33
0
ISTIMEWA. PEREKAMAN. Calon jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya ikut dalam perekaman biometri dan pembuatan paspor yang difasilitasi Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).
ISTIMEWA. PEREKAMAN. Calon jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya ikut dalam perekaman biometri dan pembuatan paspor yang difasilitasi Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).
Loading...

SINGAPARNA – Sebanyak 32 calon jemaah haji Kabupaten Tasikmalaya ikut dalam perekaman biometri dan pembuatan paspor yang diselenggarakan oleh kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H Dedi Anwar Muhtadin MPdI mengungkapkan, pengambilan biometri calon jemaah haji tahun kemarin yang tidak jadi berangkat, karena sudah habis masa berlakunya.

“Dari sebanyak 32 orang itu, ada 4 orang pembuatan paspor baru. Keempat orang tersebut merupakan pengganti dari calon jemaah haji 2021 yang meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 28 orang habis masa berlakunya,” ujarnya.

Dedi mengungkapkan, dalam surat permohonan yang diajukan ke kantor imigrasi harus memuat keterangan jumlah pemohon paspor, data para pemohon paspor (berupa nama, tanggal lahir, NIK) dan jenis permohonan paspor baru atau penggantian.

Pemohon juga wajib mencantumkan lokasi dan waktu pelayanan paspor serta nomor kontak orang yang bertanggung jawab dengan kegiatan tersebut.

loading...

“Di awal bulan ini kami mengajukan ke kantor imigrasi dengan dilengkapi persyaratan permohonan pembuatan paspor. Jadi yang bersangkutan tidak usah daftar antre online tinggal datang saja,” ucapnya.

Baca juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kabupaten Tasik Belum Dicairkan

Kasubdit Informasi Kementerian Hukum dan HAM Rudi Nasrulloh menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi meluncurkan program apelayanan paspor secara kolektif yang diberi nama Eazy Passport. Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam pelayanan.

“Seluruh proses permohonan paspor mulai dari penyerahan dan pemeriksaan berkas persyaratan, wawancara serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari dilakukan di lokasi kegiatan,” ujar dia.

Terkait standar minimal, kata Rudi, minimal 50 orang, akan tetapi di masa pandemi ini pihaknya melonggarkan menjadi 30 orang. Memang standar minimal 50 orang, akan tetapi sekarang kan masa pandemi, jadi kalau berkerumun agak dibatasi itu pun harus menggunakan protokol kesehatan.

Dindin Badrudin, calon jemaah haji tahun ini yang masa berlaku paspornya telah habis menyampaikan kegembiraannya, ia tidak perlu antre di Kantor Imigrasi. Pria yang berasal dari Kecamatan Sukahening ini juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kota Tasikmalaya.

“Saya sangat gembira, waktu itu bikin paspor di Kantor Imigrasi antreannya panjang. Kalau sekarang enak, dibikin sebentar saja dan dekat rumah lagi,” kata dia menambahkan. (obi/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.