Kemenangan Persib Bandung Atas Perseru Serui Sebagai Pelipur Lara

12
RAYAKAN GOL. Pemain Persib Bandung merayakan gol yang dicetak Ezechiel Nduoassel usai mengalahkan Perseru Serui Selasa (12/3). (Taupik Hidayat / radartasikmalaya.com)

BANDUNG – Pelipur lara, dua kata yang pantas menggambarkan kemenangan Persib Bandung atas Perseru Serui, kemarin malam.

Kemenangan besar atas tim Cendrawasih Jingga itu memang menjadi penebus dosa pasca kalah di dua pertandingan sebelumnya.

Ya, Maung Bandung melakoni partai yang tidak menentukan di Grup A, Piala Presiden 2019. Musababnya, tiket selanjutnya sudah dikantongi Persebaya Surabaya sebagai juara grup dan PS Tira Persikabo sebagai runner-up.

Atas kemenangan itu, Persib menempati posisi ketiga klasemen Grup A Piala Presiden. Sedangkan Perseru serui menjadi juru kunci.

“Saya senang sekali malam ini. Anak-anak bermain bagus sekali,” kata pelatih Persib Bandung Miljan Radovic usai laga.

Bukan hanya kemenangan yang membuat Radovic bahagia. Taktik tiki-taka yang diterapkannya dapat dijalankan oleh Ezechiel Nduoassel CS. “Ya anak-anak bisa menerapkan tiki taka dengan baik. Itu yang buat saya bahagia,” ujarnya.

Namun sayang, pada pertandingan yang berlangsung di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung kemenangan Persib terasa hambar. Pasalnya, hanya disaksikan langsung 2.516 bobotoh saja.

Meski begitu, pelatih asal Montenegro tersebut mengucapkan terima kasih kepada bobotoh yang sudah mendukung langsung tim kesayangannya bermain. “Terima kasih bobotoh atas dukungannya. Semoga ke depan stadion akan penuh kembali,” katanya.

Sementara itu, pelatih Perseru Serui I Putu Gede mengatakan ketakutannya sebelum pertandingan terjadi. Pasalnya, fokus anak asuhnya terganggu dengan rumor Perseru akan diakuisisi oleh tim dari Lampung.

“Rumor yang berkembang, ini salah satu penyebab menurunnya kondisi pemain secara psikis, ini mereka terganggu,” ujarnya.

Namun, mantan pemain Arema ini enggan disebut timnya kalah karena faktor non teknis. Ia menyebut Persib sendiri menampilkan permainan yang sangat berbeda dengan penampilan sebelumnya. Sehingga membuat kewalahan tim besutannya.

“Persib tampil militan, kecepatan pemainnya sulit ditandingi pemain kami. Tapi saya berterima kasih pada pemain saya yang sudah berjuang maksimal,” tuturnya.

HASIL BERBEDA

Dua kali berturut- turut Persib Bandung gagal menembus babak delapan besar Piala Presiden. Tentunya, pencapaian ini berbanding terbalik dengan dua penyelenggaraan sebelumnya.

Pada dua penyelenggaraan awal, Maung Bandung menjadi juara edisi pertama tahun 2015. Edisi kedua, berhasil merebut juara ketiga. (pra)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.