Kemenangan Pertama Sejak 1987

6
CETAK GOL. Penyerang Inggris Raheem Sterling selebrasi usai mencetak gol ke gawang Spanyol pada lanjutan UEFA Nations League kemarin.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SEVILLA – Kehebatan Spanyol bersama Luis Enrique berakhir di Sevilla. Tim Matador harus mengakui kehebatan Inggris di UEFA Nations League.

Harry Kane dan kawan-kawan hanya butuh 22 menit untuk menghancurkan Spanyol di Estadio Benito Villamarin, dinihari kemarin.

Gol-gol Raheem Sterling di menit ke-16 dan 38, serta Marcus Rashford di menit ke-30 hanya mampu dibalas Francisco Alcacer dan Sergio Ramos di babak kedua.

Bagi Inggis, kemenangan 3-2 ini adalah yang pertama di Spanyol sejak 1987. Sebaliknya, ini menjadi kekalahan pertama Spanyol dalam pertandingan kompetitif mereka di kandang sendiri sejak Juni 2003. Sebelumnya, mereka tak terkalahkan di 32 pertandingan.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique yang begitu dipuja setelah mengalahkan Inggris, Kroasia serta Wales dengan mencetak 12 gol dan hanya kebobolan dua kali dalam tiga laga perdananya mengakui kekalahan ini menyakitkan.

“Babak pertama benar-benar buruk, kami harus mengakui itu. Kami melakukan banyak kesalahan individual. Ini adalah kekalahan yang sulit dan kami harus menerimanya,” kata Enrique di situs resmi UEFA.

Dengan kekalahan ini, posisi Spanyol sebagai pemuncak klasemen Grup A4 UEFA Nations League mulai terancam.

Mengoleksi poin enam, mereka kini hanya terpaut dua angka di atas The Three Lions. Namun, La Roja, julukan Spanyol masih memegang kendali grup ini.

Kalau mampu mengalahkan Kroasia di laga pamungkas, mereka dipastikan akan lolos ke semifinal dengan poin sembilan.

“Berita terbaiknya adalah bahwa itu masih di tangan kami. Kami harus pergi ke Kroasia dan menang untuk lolos dan itulah yang akan kita coba lakukan,” ujar eks pelatih Barcelona itu.

Bek sekaligus kapten Spanyol, Sergio Ramos menyebut Inggris tampil sangat luar biasa. Tetapi, ia menegaskan kekalahan ini tidak akan membuat mereka terpuruk.

“Mereka kelas dunia, baik sebagai tim dan berbahaya secara individu. Janji saya adalah bahwa kami akan memenangkan kembali kepercayaan orang-orang,” tegas Ramos.

Pemain tengah Spanyol, Dani Ceballos memiliki keyakinan sama. Menurutnya, mereka akan bangkit saat menghadapi Kroasia di Zagreb 15 November mendatang.

“Ini hanya kecelakaan. Kemenangan akan membuat kami lolos dan saya benar-benar yakin kami akan meraihnya,” kata pemain muda Real Madrid tersebut.

Menumbangkan Spanyol dengan pemain yang rata-rata berusia 24 tahun, Pelatih Inggris Gareth Southgate tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Saya sangat bangga dengan penampilan mereka. Kami berbicara kepada pemain depan sebelum pertandingan untuk mengingatkan mereka apa ancaman mereka dan mereka bertiga luar biasa. Mereka benar-benar menyebabkan segala macam masalah sepanjang malam, ancaman yang luar biasa,” katanya kepada Sky Sports.

Selain kemampuan trisulanya, Southgate menyebut kunci sukses timnya adalah formasi 4-3-3 yang berjalan bagus.

“Tantangan berikutnya adalah bisakah kita memajukan dan melihat sistem baru dan pemain baru? Beberapa pemain muncul untuk memberi kami lebih banyak pilihan. Mental para pemain dan staf sepanjang minggu luar biasa, mereka dapat menikmati malam ini,” jelas Southgate di Team Talk.

Rashford yang juga mencetak satu gol saat Tiga Singa kalah 1-2 di Wembley, mengatakan hasil ini sangat membanggakan.

“Itu mungkin kemenangan terbesar bagi kami. Untuk menang melawan tim seperti itu benar-benar perasaan yang hebat. Secara kolektif sebagai grup kami bisa pulang dengan bangga,” tegas Rashford. (fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.