Kemendag Antisipasi Lonjakan Harga

29
0
FIN BAHAN POKOK. Jelang Ramadan 2019, pemerintah siap mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok agar tetap terkendali.
Loading...

BANDUNG – Pemerintah siap mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok jelang puasa dan lebaran 2019. Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“Kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang,” katanya usai Rakornas Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran di Bandung Rabu (20/3).

Rakornas ini, lanjut Mendag, merupakan langkah pemerintah mengidentifikasi kesiapan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga barang pokok menjelang bulan puasa dan lebaran.

Melalui rapat ini juga diidentifikasi kecukupan stok barang pokok di daerah-daerah.

Setelah rakornas, selanjutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi ke daerah-daerah dan pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog dan distributor di 34 provinsi. Agenda ini akan dilaksanakan pada minggu ke-2 April hingga minggu pertama Mei 2019.

Loading...

Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh jajaran mulai dari eselon satu sampai dengan staf Kemendag. Termasuk pengawalan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga barang pokok ke pasar secara intensif.

Mendag juga menekankan, perlu sinergi berbagai pihak agar pasokan dan harga barang pokok tetap terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Inflasi kelompok bahan makanan tahunan (yoy) pada 2014-2018 cenderung turun. Bahkan pada 2017-2018 tingkat inflasi kelompok bahan makanan di bawah inflasi nasional.

Terkendalinya tingkat inflasi didukung beberapa langkah Kemendag menjaga kestabilan harga dan pasokan. Yaitu dengan penguatan regulasi, penatalaksanaan, pemantauan dan pengawasan serta upaya khusus.

“Sebagai indikator stabilitas harga di masyarakat, telah ditetapkan target inflasi pada 2019 sebesar 3,5 persen dengan toleransi kurang lebih satu persen,” ungkap Mendag. (ant/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.