Pengamanan Perdagangan di Perbatasan

Kemendag dan TNI Teken MoU

9

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pengamanan di Bidang Perdagangan dan Perlindungan Konsumen di Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Enggar menjelaskan, wilayah perbatasan selama ini menjadi gerbang masuk barang dari luar negeri. Hal ini berpotensi menimbulkan sejumlah risiko seperti maraknya barang yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Barang-barang itu bisa membahayakan kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan hidup konsumen. Bahkan dapat menjadi risiko keamanan negara,” ujar Enggar di Kantor Kemendag Jakarta Selasa (23/10).

Untuk itu, menurutnya, diperlukan sinergi antara Kemendag dan TNI untuk mencegah hal itu dapat terjadi melalui MoU. MoU tersebut meliputi pengamanan serta koordinasi dalam pelaksanaan pengawasan di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen di perbatasan.

“Selain itu pendayaan sumber daya, sosialisasi, pertukaran data dan informasi, dan operasi bersama dalam rangka pengamanan juga dibahas dalam nota kesepahaman,” sambungnya.

Enggar berharap, kerja sama ini dapat meminimalisir peredaran barang dan jasa yang tidak sesuai ketentuan. “Perlindungan konsumen dapat terwujud, kegiatan perdagangan dapat berjalan dengan baik, serta kepastian hukum kepada pelaku usaha menjadi lebih tegas,” paparnya.

Penandatangan nota kesepahaman ini, kata Enggar, berangkat dari kurangnya sumber daya manusia pelaksana pengawasan Dirjen PTKTN Kemendag. (riz/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.