KEMENKOMINFO Dorong UMKM Tasikmalaya Jualan Online

32
BERIKAN PEMAPARAN. Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim KEMENKOMINFO Septriana Tangkary saat memberikan pemaparan soal pasar online kepada UMKM. foto; diki setiawan / radartasikmalaya

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KEMENKOMINFO) bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengadakan forum sosialisasi belanja dan jualan online yang murah, cepat dan aman bagi para pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Tasikmalaya, di Pendopo Lama, Jumat (09/11/18).

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim KEMENKOMINFO, Septriana Tangkary mengatakan, pelatihan serta fasilitasi dan simulasi jualan online untuk mengajak pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) turut serta membangun dan menggerakkan usaha e-commerce di Indonesia.

“Mengingat potensi yang besar akan perkembangan transaksi online di Indonesia,” ungkap Septriana, kepada Radar Tasikmalaya di Pendopo Lama, tadi pagi.

Kemenkominfo, kata Septriana, menggandeng DEKRANASDA Kabupaten Tasikmalaya serta marketplace Blibli.com untuk mengedukasi UMKM di Kabupaten Tasikmalaya terkait penggunaan e-commerce.

“Diharapkan para pelaku UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce untuk mengembangkan usaha mereka,” harapnya.

Menurut Septriana, Indonesia dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia.

Mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta, pengguna e-commerce pun terus meningkat dengan bertambahnya portal e-commerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

“Transaksi online melalui portal e-commerce semakin populer digunakan di masyarakat luas. Ini sebagai perkembangan positif. Karena makin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli,” ungkapnya.

Transaksi online melalui portal e-commerce, kata dia, penting disampaikan kepada UMKM agar semakin mengerti potensi pasar yang begitu besar.

Langkah awal sudah terjajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan.

“Perkembangan ekonomi ini harus terus dipupuk, dan masyarakat harus terus diberi dorongan dan dukungan untuk terus melakukan transaksi online agar industri dapat terus berkembang dengan pesat. Namun penting untuk diingat, masyarakat pun perlu dilindungi dengan dibekali ilmu cara bertransaksi digital yang aman,” paparnya.

Septriana pun menjelaskan, melalui acara tersebut, pihaknya mensosialisasikan gerakan ‘Ayo UMKM Jualan Online’. Saat ini dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%.

Dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Namun, baru sekitar 8% atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya padahal tren pergerakan konsumen semakin memberat di transaksi online.

Saat ini, tambah dia, terdapat potensi besar yang wajib digali di Indonesia, karena jumlah masyarakat yang memiliki akses terhadap internet memungkinkan Indonesia untuk menjadi pasar transaksi online terbesar di Asia.

Di tahun 2020 mendatang, transaksi e-commerce di Indonesia ditargetkan mencapai US$ 130 milyar.

Hal ini dapat tercapai, jika UMKM juga turut terlibat dalam membangun pasar dari sisi penyedia barang.

“KEMENKOMINFO dan semua pihak yang terlibat pada acara ini yakin bahwa melalui edukasi dan pelatihan yang diberikan, para UMKM dapat segera mengambil peran dalam pembangunan industri e-commerce di Indonesia, dan menghadirkan ragam barang yang menarik bagi pasar yang terus berkembang tersebut,” ujarnya.

KEMENKOMINFO berharap upaya ini bisa dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Ke depan, peran KEMENKOMINFO bukan lagi sebagai leader tetapi sebagai enabler, yang mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran utama dalam upaya mendorong UMKM untuk merebut pasar lokal hingga pasar global dengan tetap mengedepankan kerjasama yang solid antara pemerintah, bisnis, dan komunitas.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya, Drs Rahayu Jamiat Abdullah SSos MSi menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenkominfo.

“Tujuannya agar UMKMA baik bidang makanan olahan dan kerajinan dapat memahami dan mengerti cara penjualan online. Kemudian tahu mekanisme pendaftaran jualan online dan tahu membuat foto produk yang baik untuk di online,” tuturnya. (dik)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.