Kemenperin Tolak Cukai Kantong Plastik

26
0

JAKARTA – Usulan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani soal pengenaan cukai kantong plastik mendapat penolakan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kebijakan itu dianggap tidak tepat.

Justru yang lebih penting, menurut Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Tayfiek Bawazier adalah pemberian insentif fiskal bagi industri dari ulang sampah, yakni pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Industri yang dimaksud adalah pengepulan, penggilingan, pengkonversian sampai distribusi ke pelaku usaha maupun konsumen langsung.

Untuk itu, pihaknya meminta penurunan PPN sebesar 1 persen untuk masing-masing proses daur ulang atau jika ditotal tak lebih dari 5 persen. Sekarang ini, pengenaan PPN untuk proses daur ulang bisa lebih dari itu.

Menurut dia, dengan pengurangan pajak, maka industri akan lebih giat untuk mendaur ulang sampah plastik. Alhasil, sampah plastik akan berkurang. “Jadi dengan pemberian insentif, nanti industri daur ulang giat mencari bahan baku dari plastik,” kata dia.

Sementara Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai, pengenaan cukai kantor plastik Rp 200 per lembar merupakan hal yang wajar untuk mengubah perilaku konsumsi plastik masyarakat.

“Jika perlu lebih dari angka tersebut. Di Belanda saja, harga untuk sekantong plastik mencapai Rp 7.000 per lembar,” katanya.

Namun yang terpenting, kata Huda, penggunaan uang cukai plastik digunakan untuk keperluan perbaikan lingkungan yang sudah tercemar kantong plastik. “Selama ini yang dikeluhkan adalah tidak jelasnya siapa pengguna anggaran tersebut sehingga masyarakat menilai itu mainan dari toko ritel,” ujar Huda.

Sebelumnya, Menteri Sri Mulyani di hadapan Komisi XI DPR mengusulkan tarif cukai kantong plastik di Indonesia sebesar Rp 30.000 per kilogram (kg) atau Rp 200 per lembarnya.

“Tarif cukai kita Rp 30.000 per kg atau Rp 200 per lembar,” kata Sri di Jakarta, Selasa (2/7). Mantan direktur pelaksana bank dunia itu menjelaskan, jika tarif cukai kantong plastik ditetapkan Rp 30.000 per kg, maka harga jual kantong plastik setelah kena cukai nantinya menjadi Rp 450 hingga Rp 500 per lembar.

Usulan dilontarkan demi me­lindungi lingkungan sekitar ter­masuk makhluk hidup. Pasalnya Indonesia tercatat sebagai negara nomor dua dunia penyumbang sampah plastik di laut setelah China. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.