Kemenristekdikti Beri Beasiswa

9

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyampaikan dukacita atas musibah gempa bumi disertai Tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Untuk menjamin pendidikan Kemenristekdikti memberikan beasiswa bagi mahasiswa baik yang kuliah di wilayah gempa maupun di luar.

Berdasarkan data Kemenristekdikti, saat ini terdapat 37 Perguruan Tinggi di wilayah Sulawesi Tengah baik negeri maupun swasta. Jumlah mahasiswanya mencapai 61.827. Sementara sebanyak 3.530 mahasiswa asal Sulawesi Tengah tengah menempuh studi di 35 perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu Kemenristekdikti juga tengah mengumpulkan data mengenai dosen, mahasiswa ataupun tenaga kependidikan di perguruan tinggi yang menjadi korban bencana alam ini.
“Jangan sampai mahasiswa terkatung-katung akibat bencana sehingga kuliah berhenti, jangan sampai terjadi. Nanti apa pembebasan biaya di kampus ataupun beasiswa, akan kita lakukan pembahasan bersama rektor,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir Rabu (3/10).

Nasir juga mengimbau masyarakat dan civitas akademika untuk tetap waspada akan gempa susulan dan saling bahu membahu dalam menghadapi musibah ini.

Menristekdikti juga menyebut tidak ada mahasiswa asing yang menjadi korban bencana di Palu dan Donggala. Berdasarkan data yang diperoleh dari tim penanganan bencana di Universitas Tadulako mahasiswa asing yang tengah kuliah di Palu dan Donggala antara lain berasal dari Vietnam, Timor Leste, dan Thailand.

Selain itu, Menristekdikti juga mengatakan pihaknya langsung memobilisasi bantuan kemanusian ke berbagai perguruan tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) .

Menurutnya, Perguruan Tinggi dan LPNK memiliki sumber daya yang sangat dibutuhkan bagi penanganan korban bencana alam. “Bantuan yang berhasil dihimpun mulai dari bantuan materil hingga tenaga ahli medis, psikolog, ahli sanitasi dan tenaga ahli lainnya yang dibutuhkan bagi pemulihan pasca bencana,” katanya.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 3 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, menyebutkan bencana ini mengakibatkan 1.407 orang meninggal dunia, 2.549 orang luka berat dan 113 orang hilang. (hrm/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.