Kemensos: Bantuan untuk Lombok Sudah Jalan, Sulteng Nunggu Data

1

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Dadang Iskandar mengaku sudah mulai memberikan bantuan jaminan hidup bagi korban Gempa Bencana Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp10 ribu per orang per hari. Bantuan bakal diberikan selama tiga bulan ke depan usai terjadinya gempa.

Dadang Iskandar juga mengatakan pemberian bantuan jaminan hidup ini diberikan karena korban gempa tak hanya membutuhkan bantuan sementara.

Dampak gempa, menurut dia, membuat aktivitas masyarakat terhenti. Begitu juga sumber pendapatan, sehingga pemerintah perlu menjamin kebutuhan hidup mereka sekitar tiga bulan usai gempa.

“Setiap jiwa diberikan Rp10 ribu, kalau ada 10 orang dalam keluarga, maka kami berikan Rp100 ribu per hari,” ucap Dadang Iskandar saat jadi Pembicara di acara Dialogtika di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/10).

Menurutnya, estimasi besaran itu sudah dihitung oleh kementeriannya ditambah dengan bantuan langsung berupa pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan dan pelayanan sosial kepada korban gempa.

Akan tetapi, Bantuan Jaminan Hidup untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) belum bisa dilakukan. Bantuan masih akibat Pemda belum memberikan data lengkap.

“Bantuan Jaminan hidup itu akan kita berikan kalau datanya sudah lengkap, karena sampai saat ini, datanya belum lengkap,” ucapnya.

Menurut Dadang, bantuan-bantuan itu akan dikucurkan jika sudah lengkap nama dan alamatnya.

“Agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut, kami harus punya data nama dan alamat yang jelas,” imbuhnya.

Terkait adanya permintaan pembayaran iuran BPJS yang diminta dari sisi kesehatan dan ketenagakerjaan Dadang mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait hal itu.  Dia berharap laporan seperti ini juga perlu diawasi oleh media apabila memang benar terjadi.

“Kami belum menerima laporan-laporan seperti itu. Namun apabila benar masih ada hal seperti itu saya rasa tidak etis. Untuk itu kami meminta kepada semua pihak termasuk media secara bersama mengawasi bantuan dana dan penyalurannya, “tutupnya.

(NAL/FIN)

loading...