Kemiskinan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah

48

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CISAYONG – Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, seperti di Kampung Cibogor RT/RW 02/02 Desa Cikadu Kecamatan Cisayong. Rumah milik Darnyu (63) tidak layak huni dan hampir ambruk, Minggu (4/11).

Darnyu mengaku tinggal di rumah yang tidak layak huni sejak 20 tahun silam. Saat ini kondisinya sudah semakin parah, miring dan hampir ambruk. “Menurut saya ini tinggal menunggu waktu ambruk saja. Karena sudah semakin parah,” ujarnya kepada Radar kemarin.

Untuk menambah usia rumah supaya tidak cepat ambruk, Darnyu menyangganya dengan menggunakan kayu dan bambu. “Walaupun sudah disangga tetap kondisinya miring dan rawan ambruk ditambah bilik serta atapnya sudah banyak yang bolong,” terangnya.

Darnyu bukan tanpa keinginan untuk memperbaiki rumahnya. Dirinya yang kini tidak bisa bekerja karena kondisi kesehatannya menjadi faktor rumah tersebut dibiarkan seperti itu. “Dulu saya masih bekerja menjadi buruh tani. Tapi sekarang pinggang sering sakit dan lebih memilih tinggal di rumah saja. Untuk kebutuhan sehari-hari hanya menunggu kiriman dari anak-anak saja,” ungkapnya.

Terang Darnyu, rumah berukuran 12×5 meter ini beberapa bulan lalu sudah ambruk bagian kamar, karena sangat parah dan tidak bisa dibantu penyangga. “Waktu itu mau lebaran, tiba-tiba kamar langsung ambruk. Beruntung tidak semuanya, karena waktu itu saya sedang berada di dalam rumah bersama istri,” paparnya.

Lanjut Darnyu, saat ini kamar yang ambruk tidak bisa lagi ditempati. Maka dari itu, dia menutupinya dengan karung supaya tidak ada angin masuk ke dalam. “Walaupun demikian kalau hujan turun tetap terjadi banjir, karena air banyak masuk ke rumah,” bebernya.

Terpisah Kepala Desa Cikadu Dendi Herdiawan mengiyakan kalau kondisi warganya masih tinggal di rumah tidak layak huni dan membutuhkan bantuan. Akan tetapi, saat ini bantuan yang diharapkan belum kunjung turun. “Dan tidak hanya ini saja yang membutuhkan bantuan. Totalnya ada sebanyak 50 lebih rumah warga kami yang membutuhkan bantuan,” kata dia

Wakil Ketua Forum Tasik Utara Bangkit (FTUB) Dian Budianto SPd mengatakan masih banyaknya rumah tidak layak huni di Kecamatan Cisayong menandakan pembangunan atau perhatian pemerintah belum merata.

“Saya kira ini soal kemiskinan belum menjadi prioritas. Maka dari itu, ketika ada kepala daerah baru diharapkan bisa menjadi harapan baru untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan seperti kemiskinan dan pemerataan pembangunan,” tandasnya. (obi/yfi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.