Kenaikan BPJS Kesehatan Picu Inflasi

65

JAKARTA – Pemerintah memastikan akan menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kenaikan tersebut, pengamat ekonomi menilai akan memicu inflasi dan berkurangnya peserta BPJS.

“Kenaikan biaya BPJS ini bisa berdampak mengurangi peserta mandiri BPJS, kenaikan iuran BPJS juga akan menimbulkan inflasi mungkin tidak terlalu besar seperti kenaikan harga bahan pokok beras dan sebagainya,” kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah Selasa (23/4).

Menurut Rusli, wacana kenaikan ini seperti buah simalakama bagi pemerintah. Di sisi lain BPJS selama ini memang jebol dari segi anggaran. Pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran. Tapi di sisi lain pemerintah juga memang butuh untuk menaikkan iuran BPJS, karena belakangan BPJS selalu merugi.

“Selama ini (BPJS) juga masih dibantu oleh cukai rokok dan itu sebenarnya jeruk makan jeruk,” ujar Rusli.

Lanjut Rusli, dari dari sisi manajerial BPJS juga harus diaudit. Apakah sudah benar mekanisme klaim yang dijalankan selama ini sehingga nantinya bisa diketahui langkah apa yang dilakukan untuk mengatasi persoalan selama ini.

Jikapun memang iuran BPJS harus naik, masih kata Rusli, pemerintah harus cepat untuk menyosialisasikan agar tidak ada protes dari peserta. Karena kalau untuk perusahaan bisa langsung disosialisasikan ke perusahaan, tapi untuk peserta mandiri akan sulit.

Diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengonfirmasi bahwa pemerintah saat ini tengah membahas kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan untuk golongan PBI.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana menaikkan jumlah PBI dari jumlah saat sekarang yang tercatat 96,52 juta peserta, menjadi 100 juta penerima.

“BPJS Kesehatan kita akan kaji lagi berdasarkan audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) namun kita sudah mulai mempertimbangkan untuk menaikkan iuran yang dibayarkan melalui PBI dari yang sekarang ini Rp 23 ribu menjadi lebih tinggi lagi,” kata Sri Mulyani Selasa (23/4).

“Belum ditetapkan, namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan, juga jumlah penerimanya dinaikkan menjadi di atas 100 juta orang,” tambah Sri. (ibl/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.