Kenaikan Harga Telur Picu Inflasi, BI Tasikmalaya Dorong Transaksi Digital

78
0
KOMODITAS. Pedagang telur di Pasar Cikurubuk menunjukkan dagangannya. Kenaikan harga telur di Kota Tasikmalaya memicu inflasi bulan Juli.
KOMODITAS. Pedagang telur di Pasar Cikurubuk menunjukkan dagangannya. Kenaikan harga telur di Kota Tasikmalaya memicu inflasi bulan Juli.

TASIK – Pada bulan Juli 2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya tercatat mengalami inflasi 0,13% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,15% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun berjalan adalah 1,24% (ytd) dan inflasi tahunan 1,28% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Nasional yang tercatat 1,54% (yoy) dan inflasi Jawa Barat sebesar 2,21% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, inflasi di Kota Tasikmalaya terutama masih didorong oleh kenaikan harga telur ayam ras. Sama dengan kondisi nasional, kenaikan harga telur ayam ras disebabkan meningkatnya permintaan, sementara pasokan tetap bahkan relatif terbatas karena sempat adanya pengurangan jumlah ayam petelur setelah pada bulan sebelumnya harga live bird sedang tinggi.

“Kiranya sangat penting untuk dilakukan percepatan dan perluasan kerja sama antar daerah dengan sentra produsen telur ayam ras, misalnya Blitar,” katanya dalam siaran pers, Selasa (4/8).

Tekanan inflasi selanjutnya berasal dari kenaikan harga rokok kretek filter yang masih disebabkan kenaikan cukai rokok 23% pada awal tahun yang dibebankan secara berkala kepada konsumen. Harga emas perhiasan juga terpantau meningkat 3,70% (mtm) sejalan dengan kenaikan harga emas dunia yang melonjak dari USD1.781/ons pada akhir Juni 2020 menjadi USD1.957/ons pada akhir Juli 2020.

Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih rendah dari bulan sebelumnya didukung penurunan harga bawang merah dengan sudah banyaknya panen di berbagai daerah sentra, penurunan harga daging ayam ras dengan pasokan yang sudah kembali normal, dan penurunan harga bawang putih yang tercukupi dengan lancarnya impor serta distribusi.

Tarif angkutan antar kota yang sebelumnya mengalami inflasi tinggi, pada bulan Juli tercatat deflasi dengan adanya penyesuaian kembali harga pada beberapa armada bus antar kota.

“Tingkat konsumsi rumah tangga di Kota Tasikmalaya terpantau cukup terjaga dan berbagai aktivitas ekonomi sudah mulai kembali normal. Terjaganya konsumsi dan permintaan akan mendorong peningkatan produksi sehingga mendukung pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” katanya.

Namun, masyarakat tetap perlu untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Untuk itu UMKM dan pelaku usaha dihimbau untuk meningkatkan penjualan secara online dan masyarakat dihimbau untuk bertransaksi secara digital atau non-tunai.

Sistem pembayaran digital dapat memanfaatkan berbagai dompet elektronik yang dibayarkan dengan cara scan QRIS (Quick Response Indonesia Standar) di toko atau restoran yang dituju. QRIS merupakan kode QR standar yang dapat menerima pembayaran dari berbagai dompet digital sehingga pelaku usaha hanya perlu menyiapkan 1 QR code saja untuk menerima pembayaran digital.

QRIS bisa didapatkan melalui pengajuan kepada Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti perbankan maupun PJSP non-bank penyedia dompet digital.

“Tak hanya untuk transaksi di toko dan restoran, QRIS juga dapat digunakan untuk pembayaran infak sedekah di masjid, uang sekolah dan transaksi pembayaran lainnya,” pungkasnya. (rls/na)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.