Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%

Kenalan Dua Bulan, Pasangan Lansia Menikah

134
0

SINGAPARNA – Pasangan lansia Parsimun (60) dan Saniah (70) warga Desa Ciheras Kecamatan Cipatujah menjadi pengantin tertua peserta nikah massal yang diselenggarakan Pemkab Tasikmalaya di Gedung Islamic Center, Jumat (9/2).

Parsimun mengatakan mengikuti nikah massal ini karena tidak mempunyai biaya. Sebelumnya dia sudah menikah, akan tetapi istrinya yang pertama meninggal. “Alhamdulillah ketemu jodoh lagi, jadi saya memastikan untuk ikut nikah massal, berarti ini nikah yang kedua kalinya,” katanya kepada wartawan usai acara kemarin.

Dia mengapresiasi adanya program nikah massal ini, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu. ”Ya saya bahagia dan senang bisa nikah dengan ikatan yang sah secara agama dan negara walaupun hanya melalui nikah massal ini,” paparnya.

Saniah (70) yang juga istri dari Parsimun menambahkan dirinya menikah sudah ketiga kalinya. ”Sudah dua kali nikah, suami pertama dan kedua sudah meninggal. Jadi sekarang saya nikah yang ketiga kalinya,” terangnya.

Saniah menceritakan hubungannya dengan Parsimun sebelum melangsungkan pernikahan. Dia dengan suami baru kenal dua bulan, kemudian menjalin hubungan dan memutuskan untuk mengikuti nikah massal. “Saya sudah nyaman walaupun perkenalan baru dua bulan. Walaupun menjalin hubungan sudah tua tetap harus ada ikatan yang sah dan diakui oleh agama serta negara,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mendoakan kepada semua pasangan pengantin yang ikut dalam nikah massal ini, agar rumah tangganya langgeng. “Harta banyak dan punya jabatan tinggi tidak menjamin pernikahannya langgeng. Kuncinya saling pengertian, menghormati dan menghargai. Maka yang menikah massal ini tolong hargai suami dan hargai istrinya Insyaallah langgeng,” ungkap Uu.

Uu berharap anak yang lahir dari pasangan suami istri ini menjadi mujahid dan mujahidah, saleh dan salehah kemudian meneruskan perjuangan leluhur dan menjadi pemimpin baik di pemerintahan, poltik dan sosial kemasyarakatan. ”Serta menjadi pemimpin keluarga masing-masing meneruskan juga estafet para ulama,” harapnya.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin menjelaskan ada 32 pasang pengantin yang ikut nikah massal dari 16 kecamatan. Anggaran untuk biaya pernikahan massal 32 pasangan ini sebesar Rp 150 juta. “Tujuan nikah massal ini memperhatikan rakyat kecil yang tidak memiliki biaya untuk nikah. Dan memberikan rasa aman kepada keluarga yang menjalin ikatan pernikahan. Agar menjadi sakinah, mawadah dan warahmah,” paparnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.