Kenali Ciri-Ciri Kampung ODF

6
Kampung ODF Cibeureum

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Kamis (20/9), penilaian Kampung Open Defecation Free (ODF) dilaksanakan di Kampung Pasirjaya RW 6 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu dan Liunggunung RW 06 Kelurahan Payingkiran Kecamatan Indihiang.

Di Purbaratu, tim penilai disambut oleh tabuhan marching band anak-anak SDN Pasirjaya. Aneka suguhan tradisional seperti getuk, gemlong, comro, putri noong, kacang tanah, pisang, ubi, dan talas yang serba direbus menjadi pelengkap pelaksanaan penilaian Kampung ODF.

Camat Purbaratu Odang Saepudin mengatakan penilaian Kampung ODF ini memberikan motivasi bagi warganya untuk menjadi lebih baik lagi dalam menjaga lingkungan dan menjalankan pola hidup sehat. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat pun cukup meningkat.

“Apalagi kegiatan ini tepat di tanggal 10 Muharam sehingga menjadi momen yang baik untuk perbaikan dan membuat kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan mudah-mudahan RW 6 menjadi pelopor untuk menularkan kepada RW-RW yang lain yang ada di Purbaratu,” tutur Odang kemarin.

Ketua RW 06 Kampung Pasirjaya Didin Najmudin mengungkapkan penilaian Kampung ODF itu mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan. Diharapkan, lingkungan yang bersih itu tidak hanya terjadi saat penilaian saja. Tetapi berjalan selama-lamanya.

“Ke depannya kita akan tingkatkan kerja sama dan gotong royong sehingga bisa membantu masyarakat yang belum punya jamban,” ungkap Didin.

Berikutnya, penilaian Kampung ODF di Kecamatan Indihiang tak kalah meriah dari Purbaratu. Di Liunggunung itu, tim penilai banyak dihibur oleh kreasi seni dari Taman Kanak-Kanak Islam Plus (TKIP) Nur Assalaam. Ada pertunjukan marching band, angklung, pianika, fashion show, dan jaipong.

Ditambah lagi bazar kuliner dan kerajinan yang difasilitasi remaja masjid setempat. Produk-produk yang dijual pada bazar ini adalah khas Liunggunung. Misalnya abon ikan lele dan rajutan kantong kresek.

Camat Indihiang Nanang Iskandar Zulkarnaen SSos menyatakan menjadi juara Kampung ODF bukan tujuan utama. Hal terpenting masyarakat sadar dan semakin baik dalam menciptakan lingkungan ODF. “Kami mengundang semua lurah dan stakeholders dalam penilaian kali ini agar tahu dan termotivasi. Kami juga akan terus memonitor supaya lebih baik lagi,” ujar Nanang.

Ketua RW 06 Liunggunung Iwan Soleh menyebutkan penilaian ODF menjadi inspirasi untuk lebih kompak dan giat. “Kami juga berterimakasih kepada Irema Al Mukhlisiin yang sudah membantu kami dan memberikan kontribusinya mewujudkan lingkungan yang bersih yang menjadi dambaan semua,” ungkap Iwan.

Perwakilan pengurus Irema Al Mukhlisiin Perdi mengatakan banyak manfaat dari momen ODF ini. Masyarakat di samping makin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan juga makin banyak yang ingin berkontribusi mengisi kencleng sedekah yang disediakan Irema.

“Kita ada program kencleng. Alhamdulillah masyarakat setelah penilaian ada yang minta kencleng untuk ikut serta mengumpulkan sedekahnya. Namun intinya ada kepedulian dari masyarakat yang tadinya acuh menjadi ingin tahu dan ingin berpartisipasi,” tutur Perdi.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya H Nendi Riswandi Edjon SKep MM menuturkan ada beberapa ciri Kampung ODF. Di antaranya semua masyarakat menggunakan jamban keluarga, tidak terlihat kotoran-kotoran manusia di kebun atau di jalan, tidak ada bau di lingkungan karena efek tinja, ada peningkatan kualitas jamban contohnya yang asalnya dari 10 jamban menjadi 20 bahkan bisa seluruhnya memiliki jamban.

“Kemudian ada kesepakatan antara warga dengan tokoh-tokoh masyarakat bahwa kita harus BAB di jamban bahkan buatkan sanksi bagi mereka yang buang air besar sembarangan. Ini harus disepakati agar nanti kampung menjadi kampung yang sehat dan terhindar dari penyakit menular,” terang Nendi.

Nendi berharap kegiatan penilaian ini menjadi gairah bagi masyarakat. Masyarakat makin sadar akan pentingnya kesehatan, sehingga mempersiapkan jamban keluarga dan pemerintah juga membantu masyarakat yang belum memiliki jamban. (ais)

loading...