Kenalkan Anak dengan Wujud Nyata Garuda

124
0
MEWARNAI. Ribuan anak usia dini mengikuti kegiatan lomba mewarnai burung Garuda di PKEK Kecamatan Samarang Kamis (29/8). Yana Taryana / Rakyat Garut

SAMARANG – Lebih dari 1.000 anak usia dini dari berbagai TK dan PAUD di Kabupaten Garut mengikuti lomba mewarnai burung garuda di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) Kecamatan Samarang Kamis (29/8).

Manajer PKEK Zaini Rakhman mengatakan kegiatan itu selain untuk memeringati HUT RI ke-74, juga sebagai pendidikan lingkungan bagi anak-anak. “Kami ingin memperkenalkan alam dan lingkungan, khususnya keberadaan elang dan habitatnya ke anak usia dini,” terangnya.

Dengan kegiatan itu, PKEK juga ingin membangun imajinasi anak usia dini terhadap burung garuda. Selama ini anak-anak hanya mengenal burung garuda sebagai lambang yang terpajang di kelas. Namun, banyak dari mereka yang belum pernah melihat wujudnya secara langsung.

Padahal, sesuai Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, lambang negara burung garuda bukanlah hewan mitos. Sang garuda merupakan burung elang jawa (nisaetus bartelsi), satwa endemik di Pulau Jawa.

Ironisnya, saat ini burung elang jawa terancam punah. “Kita ingin membangun imajinasi mereka. Harapannya mereka bisa melihat alam juga memperkenalkan garuda itu seperti apa,” katanya.

Selain mewarnai burung garuda, anak-anak juga diajak berkeliling ke kandang display edukasi elang untuk melihat langsung bentuk nyata burung garuda di PKEK. “Kita harus kenalkan itu ke anak-anak bahwa keberadaan elang jawa menjadi simbol persatuan Indonesia. Kita punya spesiesnya, tapi statusnya terancam punah,” kata dia.

Ia berharap nantinya dapat tertanam nilai konservasi dalam diri anak-anak. Otomatis anak-anak akan menjaga kelestarian burung elang di Indonesia.

Ketua Panitia Lomba Mewarnai Burung Garuda Ari Maulana mengatakan kegiatan itu baru kali pertama dilakukan di pusat konservasi. Selain mengenalkan burung garuda, pihaknya juga mengajarkan anak-anak bisa menjaga lingkungan.

“Kita ingin tanamkan supaya anak-anak usia dini ini bisa cinta terhadap lingkungannya,” kata dia.

Ia mengatakan tujuan kegiatan itu adalah memberikan edukasi dan mengenalkan lingkungan sejak dini kepada anak.

“Terutama tentang keberadaan elang sebagai burung lambang negara yang dilindungi,” ujarnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.