Kenang Kembalinya Papua ke Ibu Pertiwi

211
0
UPACARA. Dansatgas Yonif Raider 323/BP Kostrad Letkol Inf Agust Jovan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Integrasi Papua kemarin.

PAPUA – United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), salah satu organisasi bentukan PBB pada tanggal 1 Mei 1963 menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Pemerintah Indonesia.

Momentum 1 Mei ini hingga kini diperingati sebagai Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI.

Peristiwa ini yang mendasari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/BP Kostrad menggelar upacara peringatan Hari Integrasi Papua ke-55 di halaman salah satu perusahaan swasta di sana.

Upacara ini diselenggarakan bekerja sama dengan pihak Pemerintahan Distrik Jair, Koramil 1711-13/Getentiri, Polsek Jair dan manajemen perusahaan.

Dansatgas Yonif Raider 323 Kostrad Letkol Inf Agust Jovan Latuconsina MSi (Han) menjadi inspektur upacara.

Dalam amanatnya, dansatgas menyampaikan bahwa momentum peringatan kembalinya tanah Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi adalah suatu tonggak perjuangan yang harus dikenang.

Agust menyampaikan fakta sejarah harus diluruskan, tentang kemurnian bahwa Papua adalah bagian dari NKRI sejak Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan 17 Agustus 1945.

“Karena belakangan ini ada beberapa pihak yang ingin mengubah realita sejarah dan memutarbalikkan fakta bahwa Papua bukan bagian dari NKRI,” tambahnya.

Dansatgas juga membacakan kembali cuplikan pidato Presiden Soekarno di Kota Baru Jayapura 4 Mei 1963.

“Irian Barat sejak 17 Agustus 1945 sudah masuk dalam wilayah Republik Indonesia. Orang kadang-kadang berkata, memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Ibu Pertiwi. Salah! Tidak! Irian Barat sejak daripada dulu sudah masuk ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sesuai dengan surat edaran Gubernur Papua nomor T-42/4905/SET, momentum 1 Mei ini juga digabungkan dengan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional. (rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.