Kepala SMP Garut Tolak LGBT

2
DEKLARASI. Ratusan kepala SMP se-Kabupaten Garut melakukan deklarasi penolakan LGBT Rabu (10/10). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

RATUSAN kepala SMP se-Kabupaten Garut menggelar deklarasi penolakan lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di lingkungan sekolah.

Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Garut Totong dengan tegas menolak LGBT di sekolah dan Kabupaten Garut. Ia pun menabuh genderang perang kepada LGBT karena merusak moral generasi muda.

“Deklarasi ini sebagai bentuk perlawanan kami, perang menolak LGBT khususnya di pelajar. Apalagi setelah ramainya grup facebook gay siswa SMP dan SMA,” ucap Totong di SMP Yos Sudarso Rabu (10/10).

Meski disebut-sebut banyak pelajar SMP dan SMA yang masuk grup gay itu, Totong masih tak menerima. Menurutnya, belum ada bukti otentik para pelajar terlibat gay di Garut.

“Semoga itu hanya viral di dunia maya saja. Kami tak terima sebenarnya. Sampai sekarang tak ada laporan (pelajar terlibat gay),” katanya.

Totong berpesan kepada orang tua agar tak khawatir dengan isu gay di Garut. Pihaknya tetap berkomitmen memberi pendidikan karakter bagi para siswa.

“Razia tetap akan kami lakukan. Walau sejak Januari kami sudah larang siswa untuk membawa hape. Tapi tetap sebagai upaya pencegahan akan dilakukan,” ujarnya.

Jika nanti ditemukan ada pelajar yang terlibat, Totong menyebut akan melakukan pembinaan.

“Kalau berdampak luas, apa daya jalan terakhir ada sanksi tegas yakni dikeluarkan di sekolah. Hal itu tak baik. Sebagai efek jera juga bagi yang lain,” katanya.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Garut Yusuf Satria mengatakan sebanyak 384 kepala SMP menolak keras keberadaan LGBT. Pihaknya pun akan melakukan pembinaan kepada para siswa.

“Setelah deklarasi ini kami sepakat untuk membina para siswa. Semuanya akan dipantau. Walau sampai saat ini kami belum tahu ada siswa yang terlibat gay,” ucapnya. (yna)

loading...