Kepergok Pungli Rp100 Ribu, Honorer Disdukcapil Ciamis Diringkus Polda Jabar dan Polres

1907

CIAMIS – Nasib sial menimpa perempuan berinisal M dan pria berinisial S. Betapa tidak, kedua honorer di Disdukcapil Kabupaten Ciamis ini terkena operasi tangkap tangan (OTT) gabungan Polda Jabar dan Polres Ciamis, Rabu (15/05).

Keduanya diduga melakukan pungli pengurusan e-KTP untuk persyaratan pasport Haji.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar dari lokasi dari salah seorang saksi yang menolak namanya disebutkan menyampaikan, bahwa sekitar pukul 12.30, S menyerahkan e-KTP kepada seseorang. Tepatnya, di depan Dinas Disdukcapil Ciamis, Jalan Tentara Pelajar Ciamis, yang berjarak hanya 50 meter, tak jauh dari penyeberangan jalan.

Usai menyerahkan e-KTP, sekitar pukul 13.00, muncul beberapa anggota polisi berseragam preman masuk ke Disdukcapil dan mengamankan M dan S yang langsung dibawa dengan menaiki kendaraan roda empat.

Saat dihubungi, Kasat Rekrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIk membenarkan adanya dua orang honorer Disdukcapil Ciamis yang diamankan.

“Namanya masih dirahasiahkan. Begitu juga mengenai dugaan punglinya uanggnya berapa-berapanya lagi dihitung dulu. Namun secara kronologisnya saja, bahwa Saber Pungli Polda Jabar dan Polres melakukan OTT,” katanya.

“Saat ini kedua orang itu lagi diklarifikasi dulu oleh Polda Jabar. Namun hasilnya seperti apa nanti akan diserahkan ke Polres Ciamis, ” terang Hendra

Kasat menambahkan, bahwa modus kedua orang tersebut adalah meminta uang sebesar Rp100 ribu kepada orang yang akan membuat e-KTP untuk pembuatan paspor haji.

“Intinya pungli dan masih dihitung kerugianya, serta masih menunggu hasil pemeriksaan Polda Jabar dulu, ” pungkasnya.

Radar mencoba konfirmasi ke Kadisdukcapil Kabupaten Ciamis, Agus Ali Akbar lewat telepon, sayangnya tak berkomentar banyak.

“Saya baru pulang Dinas luar pelayanan. Sementara seperti itu, kurang tahu, ” pungkasnya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.