Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Kepergok tak Pake Masker, 65 Warga Kota Tasik Disanksi Nyapu Jalan

141
0
SANKSI TAK PAKE MASKER
Salah seorang warga Kota Tasik yang kepergok tak pake masker, disanksi menyapu jalan, Kamis (13/08) malam. istimewa untuk radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Penegakkan sanksi bagi warga tak bermasker yang beraktivitas di wilayah Kota Tasikmalaya terus dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Kabidtrantibumas) Satpol PP Kota Tasik, Yogi Subarkah mengatakan, tim di lapangan terus melakukan operasi penindakan kepada warga yang tak bermasker.

Berdasarkan data pihaknya hingga per Kamis (13/08) kemarin, sedikitnya sudah ada 65 orang yang diberikan sanksi kerja sosial lantaran kedapatan tak menggunakan masker.

Kendati demikian, belum ada seorang pun yang dikenakan sanksi denda.

Menurut dia, pemberian sanksi untuk masyarakat yang tak menggunakan masker memang tak harus denda.

Pelanggar diberi plihan antara sanksi kerja sosial dan denda Rp50 ribu.

SANKSI TAK PAKE MASKER
Salah seorang warga sedang didata karena kedapatan tak Pake Masker. foto istimewa for radartasikmalaya.com

“Kemarin sebenarnya ada yang mau bayar denda. Tapi karena harus ke ATM dulu, mereka pilih kerja sosial. Kebanyakan tak mau ribet,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (14/08) sore.

Menurut dia, petugas di lapangan tak bisa menerima uang langsung dalam sanksi denda.

Karena itu, pelanggar yang memilih sanksi denda harus menyetorkan uang ke rekening kas daerah secara mandiri.

Yogi menegaskan, pada dasarnya Tim Gugus Tugas tak mengharuskan pelanggar membayar sanksi denda. Pemberian sanksi disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kami bukan mengejar angka masuk ke kas daerah. Namun, kepatuhan masyarakat menggunakan masker harus meningkat,” tegasnya.

Sementara untuk penegakan aturan ke tempat usaha, ia menambahkan, hingga saat ini belum ada yang diberikan sanksi penutupan.

Namun, pihaknya telah memberikan peringatan tertulis kepada tiga kafe dan satu minimarket lantaran operasionalnya melebihi batas waktu yang ditentukan.

Jika tempat usaha yang telah diberikan sanksi teguran tertulis itu kembali melanggar aturan, sanksinya adalah penutupan tempat usaha.

Menurut dia, sejak Perwalkot Tasikmalaya Nomor 29 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan berlaku efektif, dampaknya pada kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan mulai terlihat.

Namun, ia belum mau memastikan karena peningkatan itu harus didasarkan pada data statistik.

“Nanti malam minggu kita akan giatkan lagi operasinya. Karena potensi pelanggarannya tinggi,” jelasnya.

Yogi mengingatkan, seluruh pihak untuk sadar menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap perilaku masyarakat disesuaikan dengan masa kenormalan baru.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.