Beranda Insiden Kepsek Bantah Cabuli Muridnya, Siap Jalani Pemeriksaan Polisi

Kepsek Bantah Cabuli Muridnya, Siap Jalani Pemeriksaan Polisi

240
BERBAGI
ilustrasi

KOTA TASIK – Ag, kepala sekolah (Kepsek) di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, membantah tuduhan muridnya, Ra yang melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota atas dugaan kasus pencabulan.

Saat ditemui di rumahnya Jumat (06/04/2018), Ag menegaskan dirinya tidak melakukan pencabulan sebagaimana yang dituduhkan Ra. Soal apa yang dilaporkan keluarga Ra kepada polisi dia belum begitu mengetahui secara jelas. ”Intinya saya membantah tuduhan (pencabulan) tersebut,” ujarnya kepada Radar.

Namun demikian, dia me­ngaku siap untuk mengikuti proses pemeriksaan dari kepolisian. Sementara ini, dirinya enggan berbicara ba­nyak soal perkara pencabulan ter­sebut.

BACA BERITA SEBELUMNYA: Memalukan..! Siswi Kelas 2 SMPN di Kota Tasik Ngaku Dicabuli Kepseknya

Dengan alasan men­­jaga kondusivitas dunia pendidikan di Kota Tasik­malaya. ”Lebih lanjutnya tung­g­u saja dari kepolisian,” katanya.

Disinggung soal kedekatan antara dirinya dan Ra yang kerap berkomunikasi melalui aplikasi chatting, Ag menjelaskan bahwa hal itu merupakan kewajaran. ”Karena sebatas memberikan pembinaan,” tuturnya.

Ag menegaskan permasalahan ini tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolahnya. Dia berharap tuduhan terhadap dirinya tidak merembet ke lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

”Alhamdulillah masih jalan seperti biasa (kegiatan belajar mengajar, Red),” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dadang Yudhistira mengaku baru mengetahui perkara tersebut pada Selasa (03/04/2018).

Dia pun belum mengetahui secara pasti kebenarannya. ”Hari Selasa saya dapat informasi, tapi saya juga masih mengedepankan praduga tak bersalah karena belum jelas,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Tetapi pada Kamis (5/4) dirinya sempat bertemu Ag di salah satu kegiatan, kepadanya Ag mengungkapkan bantahan atas tuduhan telah melakukan pencabulan tersebut. ”Katanya dia tidak melakukannya, tapi itu juga baru sebatas pengakuan,” terangnya.

Terlepas benar atau tidaknya kasus itu, kata dia, pihaknya senantiasa melakukan pencegahan dengan pembinaan tentang sekolah ramah anak dimana sekolah harus menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta didik.

”Kita terus memastikan bahwa tidak ada tindak kekerasan dan pelecehan di sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya sering menyosialisasikan pendidikan karakter sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017. Juga Permendiknas Nomor 23 Tahun 2016 mengenai Penumbuhan Budi Pekerti.

”Jadi secara regulasi kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf masih belum bisa memberikan kejelasan. Pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak medis. ”Kita lihat nanti hasil visum seperti apa,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pencabulan oknum kepala sekolah kepada muridnya terjadi di Kota Tasikmalaya. Siswi kelas VIII di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya mengaku menjadi korban pencabulan kepala sekolahnya, Ag.

Korban, Ra (13) mengaku dicabuli kepsek sejak pertengahan 2017. Sang kepsek memanggilnya ke rumahnya saat jam belajar. Saat itu, korban mengaku diberi minum air mineral dalam kemasan gelas plastik.

“Habis minum langsung pusing dan tidak ingat apa-apa lagi,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya Kamis (05/04/2018).

Ketika bangun, korban sudah berada di kamar Ag. Kancing bajunya terbuka. Roknya menyingkap. Dia mengaku sudah menjadi korban tindak asusila kepsek. ”Saya diancam (jika buka suara, Red),” ujarnya.

Pencabulan kepadanya, kata korban berulang. Biasanya dia diberi minuman ketika Ag melakukan aksinya. (rga)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.