Diduga Melakukan Tindak Kekerasan kepada Siswa

Kepsek Dilaporkan ke Polisi

207
0

BANJAR – Orang tua siswa di salah satu sekolah tingkat atas Ruhanda mendatangi Polres Banjar. Kedatangannya untuk melaporkan dugaan kekerasan yang menimpa anaknya berinisial Ri di sekolah.

Menurut penuturannya, anak laki-lakinya itu mengalami luka lebam di wajah. Diduga akibat pukulan sepatu usai dihukum oleh kepala sekolah di salah satu sekolah tingkat atas di Kota Banjar berinisial MS. Ri dihukum karena terlambat datang ke sekolah.

“Saya sudah lapor ke (unit) PPA (pelayanan perempuan dan anak). Awalnya saya tahu kejadian itu karena anak saya cerita. Saya menanggapi dan tidak terima perlakuan kepala sekolah itu. Anak saya langsung di-visum,” katanya.

Dia berharap kasus tersebut diproses secara hukum. Terlebih anaknya kini trauma dan enggan sekolah.

“Kalau islah juga gak apa-apa dengan syarat kepala sekolahnya dipindahkan,” kata Ruhanda Minggu (22/4).

Ri mengaku wajah bagian kiri dan kanannya lebam serta mengalami pusing akibat dipukul dengan sepatu. Kejadian pada Jumat pagi (20/4).

Menurut pengakuannya, saat itu kurang lebih ada enam siswa yang terlambat masuk sekolah, termasuk dirinya. Kemudian MS (kepala sekolah) memberikan hukuman kepada semua siswa yang terlambat.

“Gara-gara kesiangan, terus dihukum oleh kepala sekolah. Disuruh jongkok dan berpasangan-pasangan. Setelah berhadapan, disuruh buka sepatu. Terus saling pukul dengan teman pasangan. Wajah kiri dua kali dan wajah kanan dua kali. Wajah saya memar, pusing,” kata Ri saat menceritakan kembali apa yang dialaminya.

Ia mengaku MS juga sempat memukul kepalanya menggunakan sepatu. Tidak hanya kepada dirinya, namun ke siswa yang sama-sama terlambat datang ke sekolah.

“Saya terlambat 3 menit. Masuk sekolah biasanya 06.30. Saya datang 06.33. Saya dihukum dengan teman-teman di teras dekat gerbang sekolah,” akunya.

Kepala sekolah tingkat atas di Kota Banjar MS membantah telah memerintahkan siswanya saling pukul menggunakan sepatu. Ia mengaku hanya memerintahkan siswanya yang terlambat memukulkan sepatu ke kaki kiri.

“Saya memerintahkan buka sepatu kanan kemudian pukulkan ke kaki bagian kiri. Tidak ke wajah. Setelah itu saya minta maaf kepada siswa yang saya hukum dan saya sampaikan kepada mereka hukuman itu tujuannya untuk benar. Supaya mereka tidak kesiangan lagi. Kemudian saya suruh mereka masuk kelas,” kata MS.

Ia juga mengaku lebih dari enam siswa yang dia hukum. Bahkan ada beberapa siswa yang baru datang ke sekolah setelah pukul 09.00.

“Saya bilang sama mereka, ini sudah pukul 09.00. Ada dua puluh siswa awalnya yang kesiangan,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Jaya Sofyan mengaku orang tua siswa sudah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Banjar. Namun pihaknya belum melakukan pemeriksaan, baik terhadap pelapor maupun terlapor. “Sudah membuat laporan ke SPKT, dari SPKT-nya belum turun ke Reskrim,” kata AKP Jaya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.