Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Keracuan Asap Genset, Peternak Ayam di Cisayong Tasik Tewas, Istrinya Kritis

1295
0
Suami Isteri Keracunan
Lokasi keracunan karbon monoksida (asap dari mesin genset) di Sukahening, Kamis (30/07). istimewa for radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Pasangan suami istri diduga keracunan asap dari knalpot (pembuangan) mesin genset di kandang ayam.

Akibatnya, sang suami, AH (40) warga Desa Sukasetia Kecamatan Cisayong meninggal dunia. Sedangkan istrinya DT (40) kritis, hingga harus dirawat di RS SMC.

Insiden memilukan ini terjadi di tempat istirahat, samping kandang ayam, di Kampung Pasir Angin, RT 01, RW 11, Desa Banyurasa, Kecamatan Sukahening, Kamis (30/07).

Kapolsek Cisayong, Polresta Tasikmalaya, AKP Gunarto membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kata dia, pihak keluarga telah sepakat menerima kejadian ini adalah musibah dan menolak untuk di autopsi.

“Korban ditemukan pagi pukul 07.00 WIB. Diduga karena menghirup udara Karbon Monoksida sisa pembuangan dari genset,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/07) sore.

Terang dia, kedua korban pertama kali ditemukan dalam keadaan kritis ini oleh orang tua korban, Nn (58) dan DM (17) yang bertujuan ke lokasi tersebut memberitahukan bahwa ada tamu.

“Namun ketika dipanggil tidak ada respon dan kondisi pintu ruangan istirahat kandang dalam keadaan terkunci. Sehingga dilakukan upaya mendobrak pintu tersebut,” terangnya.

Setelah bisa masuk ke dalam ruangan, para saksi ini melihat kondisi korban masih dalam keadaan terbaring dan tidak sadarkan diri serta mesin genset dalam keadaan menyala karena dari sekira jam 03.00 WIB terjadi mati listrik.

“Saksi langsung berupaya menghubungi Kades Sukasetia untuk meminta pertolongan. Selanjutnya kedua korban dibawa ke RS SMC Singaparna dengan menggunakan mobil dinas desa guna penanganan medis,” tambahnya.

Kapolsek menandaskan, hasil keterangan medis diketahui bahwa Korban AH dinyatakan meninggal dunja dan langsung dibawa ke rumah duka, sedangkan korban DT masih dalam perawatan (kritis).

“Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan adanya bekas kekerasan. Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.