Keracunan Massal di Mangkubumi Kota Tasik, 162 Sembuh 50 Dirawat

357
0
radartasikmalaya.com
Korban keracunan di Kelurahan Karikil Mangkubumi Kota Tasik tampak masih dirawat di Gedung SDN Puspasari, Jumat (09/10). rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kasus keracunan massal di Kecataman Mangkubumi, Kota Tasi, Minggu (11/10) siang mulai melandai walaupun masih ada penambahan. Kini korbanya menjadi 212 orang.

Dari 212 korban itu rinciannya:
1. Dirawat 50 orang.
2. Sembuh 162 orang.
3. Laki-laki 91 orang.
4. Perempuan 121 orang.

Jika dikategorikan kelompok umur rinciannya adalah:

1. Anak-anak 85 orang.
2. Dewasa 107 orang.
Lansia 20 orang.

Tingkat gejala saki:

1. Sakit ringan 153 orang.
2. Sakit sedang 32 orang.
3. Sakit berat 27 orang.

Keadaan sekarang yang dirawat:

1. Sakit ringan 0.
2. Sakit sedang 23 orang.
3. Sakit ringan 27 orang.

Dirawat di RSUD 26 orang sakit berat.
Dirawat di TMC 1 orang sakit berat.
Dirawat di Puskesmas Mangkubumi 20 orang.
Dirawat di Puskesmas Karanganyar 0.
Dirawat di Klinik Azahra 3 orang.
Dirawat di Klinik Carmel 0.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, dari hasil pemeriksaan hingga kini didapatkan bahwa sumber keracunan berasal dari kuman (bakteri) amuba.

“Untuk sampel makanan sudah kita kirim ke Bandung. Hasilnya baru besok (Senin, 12/10) kita ketahui,” katanya kepada wartawan, Minggu (11/10) sore.

“Kita lihat faktor lain, mulai dari lingkungan sekitar. Kita sudah inspeksi kesehatan ke lingkungan itu untuk mengambil sumber mata air. Hasilnya, tidak ada bakteri berbahaya,” sambungnya.

Walaupun demikian untuk memastikan sumber utama keracunan itu pihaknya harus tetap menunggu hasil uji laboratorium di Bandung.

“Jadi kita harus tunggu hasil lab makanan di Bandung. Dalam kasus ini, keluarga yang menyelenggarakan acara juga terkena juga,” tambahnya.

Jelas Uus, jadi kemungkinan besar memang sumber keracunan dari makanan yang dikonsumsi saat acara itu.

“Mudah-mudahan kita cepat ketahui. Makanan itu disiapkan oleh pihak keluarga (yang punya acara),” jelasnya.

(rezza rizaldi)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.