Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.7%

7.4%

69.8%

Kerajinan Bambu Leuwisari Tasik Tembus Pasar Mancanegara

150
0
HASIL KERAJINAN. Ketua Kelompok Pengrajin Bambu Raya Dadang Suganda menunjukkan hasil kerajinan kelompoknya, Rabu (26/8). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

LEUWISARI – Hasil kerajinan dari Kelompok Pengrajin Bambu Raya di Kampung Salareuma RT/RW 19/08 Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari sudah merambah ke mancanegara. Di antaranya dikirim ke Jepang dan Korea.

Ketua Kelompok Pengrajin Bambu Raya Dadang Suganda mengatakan, kelompok ini didirikan sejak 2015 setelah dipercaya menjadi maskot kerajinan oleh Kecamatan Leuwisari. Dari sana pengrajin satu visi ingin membentuk suatu wadah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di daerah ini.

Baca juga : Belanja di Informa Living Plaza Tasik Dapat Cashback Rp500 Ribu

“Kami butuh perhatian dari dinas-dinas terkait dan sentuhan dari pemerintah untuk semakin baik dalam mengembangkan kelompok pengrajin ini. Karena kami baru membentuk kelompok termasuk legalitas belum lengkap semuanya,” ujarnya kepada Radar, Rabu (26/8).

Kata dia, secara pribadi sebagai pengrajin dan keluarga membuat kerajinan yang sifatnya modern. Sementara dari teman-teman kerajinan yang lainnya turun-temurun atau sejak nenek moyang. Baru sejak tahun 90-an bersama keluarga melirik dan mendominasi, karena di Kampung Salareuma warganya merupakan pengrajin sekitar 60 persen.

Pada tahun 90-an, dia dan keluarga merintis hingga sampai saat ini. Kelompok pengrajin di sini juga belum memiliki wadah, baru pada 2015 dibentuk wadah dengan harapan karya-karya dari para pengrajin yang ada di Kampung Salareuma bisa dikenal oleh masyarakat termasuk di Indonesia. “Saat ini yang dikenal itu hanya kerajinan Rajapolah saja, sementara Rajapolah itu hanya sebatas menampung. Sedangkan barang-barang itu dari Kampung Salareuma termasuk dari Kecamatan Leuwisari,” kata dia.

Di sini, kata dia, merupakan pengrajin asli yang menampung bersama teman-teman sepakat ingin mempersatukan dan Kelompok Bambu Raya dengan tagline Jaya Sadapur Mukti Salembur dengan harapan dari suatu rumpun bambu itu ingin pemanfaatannya secara luas.

“Kami memiliki filosofi atau istilah di pengrajin itu dibentuk suatu logo yang berkesinambungan antara produk kerajinan, silaturahmi dan yang lainnya. Dengan harapan dari nama bambu raya itu semua akan kaya raya,” ujarnya, menjelaskan.

Sedangkan untuk produk yang dibuat, kata dia, seperti tempat penyimpanan bolu, rantang susun, parsel, tenong, gelas dari bambu, poci, vas bunga, tempat tisu, tempat hantaran nikah dan lainnya. “Kalau dibuat semua jenisnya cukup banyak, hanya saja kami meluruskan ke beberapa item yang sifatnya ingin Kampung Salareuma itu memiliki ciri khas seperti tempat bolu,” katanya, menambahkan.

Baca juga : AWAS..! Pura-Pura Mogok, Lalu Maling di Kota Tasik Bawa Kabur Motor yang Menolong

Menurutnya, tempat bolu dan rantang susun ini cukup banyak diminati. Kemudian yang banyak diekspor ke Korea dan Jepang itu adalah tempat bolu, namun untuk pasar luar itu pertama yang menjadi kendala adalah ketepatan waktu dan bentuk barang yang diminta modelnya juga. “Pengrajin itu kadang jika tidak ada yang sesuai barang di-cancel, sehingga itu merugikan pengrajin. Kami saat ini mengambil pasar lokal dan regional. Sedangkan pesanan di luar negeri pun sudah ada termasuk barang yang sifatnya unik seperti cangkir poci dari bambu,” terangnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.